Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...
BerandaWorldTeknologi Baru China...

Teknologi Baru China dalam Mengendalikan Bau di Penampungan Sampah

Para peneliti China mengembangkan sebuah pendekatan baru dalam mengendalikan bau di pemindahan sampah.

Ceceran sampah di stasiun pengelolaan sampah berasal dari kegiatan pembongkaran atau ceceran dari kendaraan pengangkut yang tertiup angin.

Sampah-sampah yang menumpuk dan tidak segera terangkut adalah sumber bau tidak sedap dan bisa memberikan efek buruk bagi daerah sekitarnya.

Belum lagi, lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai merupakan tempat yang menarik bagi berbagai binatang seperti lalat yang dapat menimbulkan penyakit.

Untuk menanggulangi bau sampah di stasiun pengelolaan sampah, para peneliti China mengembangkan sebuah pendekatan baru dalam mengendalikan bau di pemindahan sampah.

Dinukil Xinhua, seorang pakar pengendalian polusi udara dari Universitas Tongji, Qiang Ning menegaskan bahwa teknologi tersebut menggunakan catu daya pulsa untuk membentuk pemrosesan plasma.

Cara kerjanya, saat gas berbau melewati zona plasma, reaksi oksidasi dan redusi terjadi. Ini bisa mengurangi konsentrasi bau dan mencapai emisi tanpa bau, aman dan hijau.

Untuk diketahui, stasiun pemindahan sampah adalah fasilitas penampungan sampah sementara. Tempat dimana sampah dipilah lalu dikirim ke tempat fasilitas daur ulang atau tempat pembuangan akhir.

Beberapa stasiun pembuangan sampah di China telah mengadopsi teknologi ini. Termasuk stasiun pemindahan sampah Tanghui di Jiaxing, Zheijiang, China Timur.

Beberapa inspeksi lapangan membuktikan bahwa bau di area operasi stasiun Tanghui lebih rendah dari sebelumnya. Bahkan para pengawas mengaku hampir tidak ada bau di lokasi.

Pengawas stasiun Tanghui juga mengklaim bahwa teknologi tersebut hanya memiliki konsumsi daya yang rendah, mudah dioperasikan dan tidak membutuhkan perawatan manual.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...