Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...

Vietnam Mulai Lirik Kredit...

Jakarta, Limbahnews.com - Konsep kredit plastik dalam mengurangi limbah dari plastik terus digulirkan...
BerandaAnalisis#DihantuiTai, 70 Persen...

#DihantuiTai, 70 Persen Air Rumah Tangga Indonesia Tercemar Tinja

Jakarta, Limbahnews.com – Hampir 70 persen dari 20.000 sumber air minum rumah tangga di Indonesia tercemar limbah tinja dan menyebarkan penyakit diare. Hal itu sangat rentan dan merupakan penyebab utama kematian balita. United Nations Children’s Fund (Unicef) mendorong kampanye #DihantuiTai untuk mengakses sanitasi aman.

Dalam laman Unicef.org, pekan lalu, menjelaskan kampanye Unicef bertajuk #DihantuiTai bertujuan memberikan pemahaman kepada keluarga-keluarga Indonesia tentang sanitasi aman. Data diambil badan PBB yang menangani anak itu dari studi kualitas air minum rumah tangga yang digelar Kementerian Kesehatan pada 2020 dengan tajuk Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga. Dikatakan, hampir 70% dari 20.000 sumber air minum rumah tangga (RT) di Indonesia tercemar limbah tinja. Jadi, hanya 30 persen sumber air minum yang tidak tercemar limbah tinja.

Kajian tersebut mendorong Unicef dalam kampanye #DihantuiTai untuk mengakses sanitasi aman. Kampanye terbaru itu untuk memberi pemahaman kepada warga tentang pentingnya santiasi aman dan efek buruk pencemaran sumber air oleh tinja. “Anak-anak Indonesia #DihantuiTai, panggil pemburu tai,” demikian poster resmi Unicef.

Dalam situsnya, Unicef membagi pengetahuan tentang septic tank serta kiat menjaganya agar tak mencemari lingkungan. “Unicef menyerukan kepada rumah-rumah tangga Indonesia untuk memasang, memeriksa, atau mengganti tangki septiknya serta rutin menguras tangki minimal satu kali setiap tiga hingga lima tahun,” ujar Unicef.

Baca : Indonesia: Hampir 70 persen sumber air minum rumah tangga tercemar limbah tinja

Perwakilan Sementara Unicef, Robert Gass mengatakan sanitasi yang aman bisa mengubah kehidupan anak-anak dan membuka kesempatan untuk mereka mewujudkan potensi dirinya. Sayangnya, ada begitu banyak anak yang tinggal di daerah-daerah terdampak sanitasi tidak aman. “Dan hal ini mengancam setiap aspek pertumbuhan mereka,” ujar Robert Gass pada situs Unicef.org.

Di sisi lain, Indonesia mencapai kemajuan signifikan dalam peningkatan mutu sanitasi dasar. Namun, kurang dari 8 persen RT yang memiliki toilet dengan sambungan septic tank tertutup, serta rutin membersihkannya. Kondisi tersebut menjadi pemicu limbah tinja tidak terkelola dengan baik hingga mencemari sumber air.

Robert Gass berharap melalui kampanye Unicef, makin banyak masyarakat Indonesia yang mau berperan dalam mengelola sanitasi rumah tangga. “Ini untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak serta keluarga mereka,” imbuhnya. [LN-02] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi, teknologi, bisnis, industri, dan inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa, AMDAL, konsultasi, promosi, penguatan brand/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...