Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...
BerandaIndustriSetelah Rogoh Rp...

Setelah Rogoh Rp 513,76 Miliar, Coca Cola Tambah Investasi Daur Ulang Kemasan

Jakarta, Limbahnews.com – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia akan menambah investasi daur ulang kemasan setelah sebelumnya merogoh 50 juta dolar Australia atau sekitar Rp513,76 miliar.

Lucia Karina, Direktur Public Affair Communications dan Sustainability CCEP Indonesia mengatakan pihaknya masih menunggu persetujuan Coca-Cola Company untuk penambahan investasi tersebut. Sementara ini, pada tahap pertama target produksi ditetapkan sebesar 25.000 ton resin plastik hasil daur ulang per tahun.

Sebelumnya diketahui, fasilitas daur ulang tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Dynapack Indonesia di lahan seluas 2 hektare di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) Cikarang, Jawa Barat. “Memang masih tahap pertama, kami sedang mengupayakan ada investasi berikutnya, dengan persetujuan dari Coca-Cola Company,” kata Lucia dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/12/2021).

Pada pertengahan tahun depan, ditargetkan kemasan Coca-Cola Indonesia sebagai salah satu perusahaan FMCG (fast moving consumer goods/ produk atau barang-barang yang sering digunakan atau dibeli konsumen) sudah menggunakan PET daur ulang.

Lucia menjelaskan fasilitas daur ulang di Indonesia saat ini belum dapat menghasilkan output resin plastik yang memenuhi standar food grade. Bahan baku daur ulang di Indonesia umumnya dimanfaatkan kembali untuk produksi sepatu, baju, dan produk lain. “Teknologi yang kami pakai jauh lebih tinggi dengan standar yang tinggi, sehingga kami harus lakukan sendiri,” ujarnya.

Triyono Prijosoesilo selaku Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability, Coca Cola Indonesia menambahkan, dalam jangka menengah pihaknya berencana memproduksi kemasan yang 100 persen dapat didaur ulang pada 2025. Pada 2030 Coca-Cola Indonesia juga menargetkan penggunaan 50 persen bahan daur ulang untuk botol dan kaleng. “Recycling PET ini target besar kami. Bagaimana kami bisa mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan sebanyak yang kami gunakan. Misalnya kami gunakan 100 ribu ton plastik, itulah yang kami daur ulang,” jelasnya seperti ditulis Bisnis.’

Selain itu, perseroan juga telah menggunakan panel surya di pabrik Cikarang dan pengembangan selanjutnya pada fasilitas produksi di Pasuruan, Jawa Timur. Proyek itu menelan investasi Rp87 miliar dengan kapasitas 7,13 megawatt (MW) di area seluas 72.000 m2. Kapasitas tersebut untuk mengganti sekitar 60 persen kebutuhan listrik pabrik. [LN-05] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi, solusi, teknologi, dan bisnis/industri seputar limbah/sampah, serta inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa, AMDAL, konsultasi, promosi, penguatan brand/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...