Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Investasi Plastik Ramah Lingkungan,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...
BerandaLimbahLimbah, Ini Alasan...

Limbah, Ini Alasan Freeport Bangun Smelter di Gresik Bukan di Papua

Jakarta, Limbahnews.com – Keberadaan perusahaan yang mampu menyerap limbah dalam jumlah besar menjadi alasan PT Freeport Indonesia membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.

Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan bahwa dua perusahaan besar yang sangat membutuhkan limbah smelter adalah Petrokimia Gresik dan Semen Indonesia. “Seperti limbah asam sulfat yang digunakan untuk bahan dasar pupuk di Petrokimia. Kemudian limbah tembaga untuk bahan pabrik semen. Jadi pilihan tempat di Gresik sangat tepat. Tidak ada bahan yang akan dibuang sembarangan, melainkan ada industri yang bisa menyerap limbah,” kata Riza di Gresik, Jumat (26/11/2021).

Dia memastikan bahwa tidak akan ada limbah yang terbuang dari proses olahan smelter Freeport di Gresik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan keberadaan Smelter di Kota Santri tersebut. Selama ini proses olahan smelter lebih banyak diekspor ke luar negeri, sedangkan apabila smelter dibangun di Gresik diharapkan akan diserap pasar dalam negeri. Pasalnya, produk limbah berupa tembaga mampu dijadikan bahan dasar pembuatan telepon seluler, serta alat elektronik dan otomotif.

“Kenapa tidak dibangun di Papua, karena biayanya cukup tinggi. Karena di sana tidak ada industri yang menyerap,” katanya.

Riza juga mengatakan, proyek pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik telah berjalan sesuai rencana, dan hingga kini mencapai 8 persen, setelah diresmikan Presiden Joko Widodo. Smelter itu sendiri ada di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), dan menempati lahan seluas 100 hektare, dengan proyek pengerjaannya dilakukan perusahaan kontraktor PT Chiyoda International Indonesia (CII) yang saat ini masih fokus melakukan pemadatan lahan.

Rencananya, smelter itu akan memiliki kapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun, serta 480.000 ton logam tembaga, serta fasilitas precious metal refinery (PMR). [LN-05] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi, solusi, teknologi, dan bisnis/industri seputar limbah/sampah, serta inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa, AMDAL, konsultasi, promosi, penguatan brand/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...