Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Investasi Plastik Ramah Lingkungan,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...
BerandaKomunitasSetelah Jakarta, Sekolah...

Setelah Jakarta, Sekolah Sampah Nusantara dan Mitra Ajak Pelajar Jawa Barat

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengatasi sampah dengan membangun kesadaran memilah harus terus ditanamkan kepada generasi muda. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) melalui program Sekolah Sampah Nusantara (SSN) ikut mendorong hal tersebut. Setelah di Jakarta pekan lalu, SSN yang bermitra dengan Haus Ilmu Indonesia (hausilmu.id) , Guru Diatas Garis (GUDIG) dan PT Mountrash Avatar Indonesia (Mountrash) memperluas kampanye kesadaran untuk siswa dan pelajar se-Jawa Barat pada Sabtu (27/11/2021).

Baca : Dinilai Berbahaya, Label BPA untuk Kemasan Pangan Perlu Regulasi

Sebelumnya di Jakarta te;ah digelar webinar nasional “Siswa Sadar Sampah se-DKI Jakarta”, Sabtu (13/11/2021), yang diikuti 722 siswa dari 1000-an yang telah mendaftar sebelumnya. Beberapa nara sumber yang hadir adalah Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI) diwakili Dirjen Pengelolaan Sampah, Dr. Rosa Vivien Ratnawati, Ali Maulana Hakim (Walikota Jakarta Utara) diwakili oleh Lingkungan Hidup Jakut Ahmad Hariadi,
Dr. Yossa Istiadi, M.Si (CEO Haus Ilmu Indonesia), Gideon Wijaya Ketaren, M.H (CEO and Founder PT. Mountrash Avatar Indonesia) diwakili Roni Sinaga dan Sabam Sopian Silaban (CEO Guru Di atas Garis).

Rosa Vivien Ratnawati yang mengatakan anak-anak adalah masa depan penerus bangsa, sehingga hal-hal kecil seperti peduli terhadap sampah harus diperhatikan. Berdasarkan survei, di Indonesia menghasilkan sampah sedotan 9,3 juta sedotan per hari dan masing-masing anak diperkirakan dapat menghasilkan sampah sebanyak 1 kg dalam satu hari.
“Untuk sedotan plastik tidak bisa terurai dengan mudah, tapi butuh 100 tahun untuk mengurainya. Mulai sekarang, kalau mau minum hindari sedotan plastik,” ujarnya.

Baca : Gandeng Penyanyi Andien, Sleep Buddy Promosi Limbah Tekstil untuk Dekor Rumah

Rosa juga mempertegas kepada para siswa dan guru-guru agar jangan hanya mengatakan “jangan buang sampah sembarang”, tapi mengajak anak-anak untuk “memilah sampah”. Jika dipilah, lanjutnya, sampah-sampah tersebut bisa dikelola dan dipakai lagi sesuai kriteria sampah.
Dia menekankan, mulai sekarang pilah sampah dari rumah agar sampahnya berharga sebagaimana konsep ekonomi sirkular. “Sekarang sudah tidak jaman lagi sampah dikumpulkan, diangkut, dibuang. Tapi sekarang sampah punya nilai ekonomi dan menghasilkan uang,” jelasnya.
Untuk itu, Indonesia punya target pada tahun 2025 harus melakukan pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%.

Dr Yossa, MSi selaku CEO Haus Ilmu Indonesia mengatakan kegiatan dengan tema Siswa Sadar Sampah se-DKI Jakarta sangat penting bagi para siswa-siswi yang sebentar lagi akan melaksanakan tatap muka.
“Sampah menjadi masalah utama di Jakarta, maka para Kepala Sekolah harus bisa bersama-sama mengantisipasi dan mengatasi sampah sesuai peraturan dari Pemda DKI,” paparnya.

Sementara Roni Sinaga selaku perwakilan PT Mountrash Avatar Indonesia berharap siswa-siswi lebih peduli dan melihat sampah bukan sesuatu yang harus dihindari karena dianggap kotor, bau, dan membawa penyakit.
“Tapi mari kita merevolusi mental kita serta merubah mindset kita bahwa sampah adalah sesuatu yang berguna,” paparnya.

Roni menjelaskan pengelolaan sampah bersama Mountrash memberikan nilai ekonomi dari sampah. Hal itu bisa dimulai dengan satu program yang dapat dilakukan para siswa dari semua jenjang pendidikan dengan syarat memiliki anggota 50 orang per kelompok.

“Adik-adik bisa mendownload aplikasi Mountrash di play store dan klik fitur MountCare. Nanti PT Mountrash menyediakan Dropbox di setiap sekolah. Silahkan memasukkan sampah yang sudah di-scan barcode terlebih dahulu sehingga menghasilkan poin yang bisa ditukar dengan rupiah dan secara langsung masuk ke akun adik-adik,” jelasnya. [LN-4] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi, teknologi, bisnis, industri, dan inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa, AMDAL, konsultasi, promosi, penguatan brand/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...