Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...

Pelaku Industri Kimia dan...

Jakarta, Limbahnews.com - Pelaku industri plastik yang tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin, Aromatik...

Indonesia Luncurkan Bursa Karbon,...

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Bursa Karbon pada hari Selasa lalu (26/9/23) ....

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...
BerandaKasusGeram Limbah Pabrik...

Geram Limbah Pabrik di Bekasi, Susi Pujiastuti: Tenggelamkan Saja ke Sungai

Bekasi, Limbahnews.com – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melontarkan pernyataan keras terkait sungai di Bekasi yang tercemar limbah pabrik. Wanita yang identik dengan tenggelamkan kapal di laut itu mendorong ‘tenggelamkan’ ke sungai yang dicemari.

Susi meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ‘menenggelamkan’ orang-orang atau pihak yang sengaja membuang limbah dan mencemari sungai di Bekasi. “Tenggelamkan saja mereka ke sungai2 yg tercemar tadi Pak Gub. Perlu bantuan saya? Dengan Senang hati,” kata Susi seperti dikutip media dari Twitter pribadinya, @susipudjiastuti pada Rabu (10/11/ 2021).

Pernyataan ini dilontarkan Susi melalui cuitannya yang mengomentari postingan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait sungai di Bekasi yang tercemar limbah pabrik. Ridwan lantas membalas cuitan Susi dan akan melakukan koordinasi dengan mantan menteri tersebut. “Siap ibu, dikoordinasikan ke Pangandara Segera,” ucap Ridwan Kamil.

Ridwan melakukan inspeksi mendadak ke sungai yang tercemar limbah pabrik di kawasan Bekasi pada Selasa (9/11/2021). Dalam inspeksi mendadak tersebut, Ridwan juga memberikan arahan teknis kepada bupati, camat, lurah agar segera membentuk Satgas Revitaliasai Sungai di Bekasi, termasuk Kali Rasmi yang setiap akhir pekan berwarna hitam dan berbusa putih.

“Termasuk menindak tegas pabrik-pabrik pencemar sungai. Bulan depan akan diinspeksi lagi,” tulis Ridwan.
Ridwan juga menjelaskan penanganan pencemaran yang akan menggunakan konsep Pentahelix.
“Insya Allah bisa ada kemajuan, seperti halnya Sungai Citarum.Aamiin,” Kata Ridwan Kamil.

Sebelumnya, warga Kampung Pelaukan Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, heboh dengan munculnya limbah busa di Kali Rasmi. Selain berbusa, limbah ini juga mengeluarkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah pabrik. Limbah busa yang mencemari Kali Rasmi itu semakin lama semakin banyak hingga menggunung dan menutupi seluruh badan sungai, menyerupai negeri di atas awan. [LN-4] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi, teknologi, bisnis, industri, dan inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa, AMDAL, konsultasi, promosi, penguatan brand/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...