Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...

Mountrash Punya ATM Sampah,...

Jakarta, Limbahnews.com - Kreativitas dan upaya mencari solusi atas sampah terus berkembang. Bank...
BerandaKomunitasWarga Bagunde-Bogor Kurangi...

Warga Bagunde-Bogor Kurangi Sampah Organik dengan Maggot BSF

Bogor, Limbahnews.com – Upaya mengurangi sampah organik bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dikonversi menjadi lalat maggot black soldier fly (BSF) sebagaimana dilakukan warga RT 01 RW 01, Kelurahan Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor. Kawasan yang dikenal dengan Babakan Gunung Gede (Bagunde) ini pun giat mengumpulkan sampah terpilah untuk pakan maggot BSF. Selain mengurangi sampah organik, maggot dinilai memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan.

Ketua RT 01 Dodi Rahman belum lama ini mengatakan pihaknya sudah mengolah limbah organik dengan maggot dengan melibatkanb warga setempat. “Sampah yang terpilah lalu ditaruh atau digantung warga di depan rumah,” kata Dodi. Limbah tersebut, lanjutnya, lalu diangkut oleh pengurus RT dan dikumpulkan di gudang produksi maggot RT01. Animo warga terus meningkat dan produksi maggot pun semakin bertambah.

“Maggot yang sudah dewasa dan siap menjadi pupa lalu kami tukarkan dengan telur atau karva ke produsennya. Nanti akan diproduksi sendiri dengan kandang khusus,” jelasnya.

Informasi dari jajaran RW01 menyebutkan pihaknya akan menerima bantuan rumah maggot ukuran 7×2 meter yang merupakan bantuan dari World Wildlife Fund (WWF) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.
Seperti diketahui, kehadiran rumah maggot ini dalam upaya mendukung RT Bebas Sampah. DLH Kota Bogor menunjuk RT 01 RW 01 Kelurahan Babakan sebagai salah satu percontohan RT Bebas Sampah di Kota Bogor.

Terkait dengan dukungan DLH dan WWF, Komunitas BSF Bogor Raya (KBBR) memberi apresiasi agar konversi sampah organik dengan maggot BSF terus diperluas. “Ini masih berupa percontohan, tetapi perlu diperluas agar semakin banyak warga dari wilayah lain juga terlibat sehingga sebagian besar limbah organik bisa diolah. Sampah berkurang dan bisa menambah penghasilan dari budidaya maggot tersebut,” ujar Heriyanto, Ketua KBBR.

Dalam jangka panjang diharapkan bisa mengurangi beban sampah kota Bogor yang dibuang ke TPA Galuga. Jadi, upaya mengurangi beban sampah tersebut sudah dimulai dari tingkat tumah tangga. Apalagi, 70 persen sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Bogor berasal dari rumah tangga. Sementara 30 sisanya merupakan sampah dari tempat usaha seperti pedagang, penyedia jasa, komersil, dan perkantoran. Pemkot Bogor saat ini harus mengangkut dan membuang sampah sebesar 400 ton per hari.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mencatat, timbunan volume sampah di Kota Bogor meningkat 50 ton per hari sejak Mei 2021. Peningkatan timbulan sampah diduga karena banyaknya orang yang bekerja dari rumah (work from home/WFH). [LN-4] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi, teknologi, bisnis, industri, dan inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa, AMDAL, konsultasi, promosi, penguatan brand/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...