Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...
BerandaAnalisisPunya Nilai Ekonomis,...

Punya Nilai Ekonomis, Daur Ulang PET di Jabodetabek 74 Persen

Jakarta, Limbahnews.com – Riset terbaru Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan bahwa skema ekonomi sirkular cukup efektif dalam proses pengelolaan plastik bekas kemasan berbahan polyethylene terephthalate (PET). Berdasarkan riset SWI di wilayah Jabodetabek selama periode Maret-Agustus 2021, tingkat daur ulang atau recycling rate botol PET sebesar ±74%, galon PET 93%, dan gelas PP ±81%.

Direktur SWI Dini Trisyanti mengatakan studi SWI juga menemukan kebutuhan industri terhadap material PET masih sangat tinggi karena inovasi produk berbasis PET terus berkembang. “PET berpotensi tinggi menggantikan jenis material lain sehingga produk menjadi lebih terjangkau,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Virtual Hasil Riset SWI tentang Rantai Nilai Kemasan Daur Ulang PET, belum lama ini.

Merujuk data dari Kajian Daur Ulang Plastik dan Kertas dalam Negeri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2021, total konsumsi plastik nasional mencapai 5,63 juta ton/tahun. “Kebutuhan ini dipenuhi oleh post-consumer (sampah domestik), post-industrial, import scrap, atau virgin resin. Minimnya sumber bahan baku dalam negeri akan mendorong tingginya kandungan impor,” ungkap Dini.

Selain itu, jenis plastik PET juga berkontribusi besar dalam daur ulang, yaitu mencapai 30% hingga 48% dari total penghasilan para pengumpul sampah. Secara ekonomi, kontribusi PET di Jabodetabek mencapai setidaknya Rp700 juta per hari (total dari rantai pengumpul) dan lebih Rp 1 miliar per hari (total dari rantai agregasi). “Nilai ini melibatkan kurang lebih 57.500 lapangan kerja dan 1.370 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar Dini.

Selain didaur ulang, survei juga menemukan galon PET dimanfaatkan kembali secara luas oleh masyarakat untuk berbagai keperluan rumah tangga dan mendukung bisnis di tingkat UMKM. Dari empat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disurvei selama periode penelitian, tidak ditemukan galon PET di timbunan (gunung) sampah karena sudah tersortir dan terkumpul oleh para pemulung.

Selama periode penelitian, survei di 14 sungai juga menemukan adanya jaringan pengumpul daur ulang. Mereka adalah lapak sungai dan bank sampah yang fokus pada sampah kemasan minuman ringan di perairan. Serta dengan menggunakan instrumen ‘penangkap’ sampah. Kualitas sampah yang telah masuk perairan ini masih dapat diterima oleh pendaur ulang dengan harga yang masih baik. [LN-03] redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...