Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...
BerandaTeknologiKIPRAH Jadi Solusi,...

KIPRAH Jadi Solusi, Pemkab Tangerang Giatkan Maggot BSF

Tangerang, Limbahnews.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, untuk mengatasi masalah persampahan terus digulirkan sebagai bagian dari Program Kita Peduli Permasalahan Limbah dan Sampah (KIPRAH). Salah satu solusi yang terus didorong adalah pengembangan bikonversi limbah organik dengan maggot black soldier fly (BSF/lalat tentara hitam/LTH).

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Rudi Maesyal menjelaskan lokasi eks pasar tradisional di wilayah Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, akan difungsikan sebagai tempat budidaya maggot oleh Pemkab Tangerang.
“Ya, kita akan mencanangkan dan mempercepat program budidaya maggot di Kabupaten Tangerang,” kata Rudi Maesyal kepada BantenHits, Kamis (2/9/2021).

Baca : 1.015 Kontainer Sampah Impor Ilegal Milik PT New Harvestindo International?

Rencananya, lanjut dia, pengembangan maggot ini bakal diujicobakan dengan sampah organik sebanyak 40 ton. Secara bertahap jumlah sampah yang diolah akan meningkat sehingga mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jati Waringin.

Sebelumnya, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar juga mendorong pengembangan maggot BSF sebagai upaya mendukung program Kita Peduli Permasalahan Sampah (KIPPRAH) yang sudah digaungkannya. Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus berupaya mengatasi masalah sampah yang semakin menumpuk di TPA yang ada di wilayah Tangerang.

Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang Samsul Romli pernah menjelaskan kepada media bahwa pihaknya terus mendorong sosialisasi pemanfaatan maggot BSF.
“Kami bersama Bappeda Kabupaten Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Disporabudpar Kabupaten Tangerang, dan dari beberapa pihak terus berupaya mendorong sosialisasi budidaya maggot sebagai upaya mengatasi masalah sampah yang semakin menumpuk di TPA yang kita miliki,” ungkap Romli.

Baca : Revolusi Mental Atasi Sampah, Mountrash Bermitra dengan IPB University

Dalam laman resmi Tangerangkab.go.id, DLHK Kabupaten Tangerang mendorong masyarakat untuk menciptakan inovasi dalam pengelolaan sampah sehingga bernilai ekonomis. Hal itu seiring dengan program unggulan KIPRAH (Kita Peduli Permasalahan Limbah dan Sampah) yang dicanangkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
“Kami akan terus mendorong masyarakat, agar memunculkan inovasi baru seperti melalui salah satu program unggulan Bupati Tangerang KIPRAH (Kita Peduli Permasalahan Limbah dan Sampah,” ujar Ahmad Taufik Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, pekan lalu.

KIPRAH merupakan program untuk mengatasi permasalahan sampah dengan mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPS dengan cara pegembangan TPST 3R, pembentukan Bank Sampah dan Revitalisasi TPA Jatiwaringin. [LN-03] redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...