Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Danone AQUA-Veolia Bangun Pabrik...

Dokumentasi pencanangan pabrik (Ist)Pasuruan, Limbahnews.com - Pabrik daur ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Investasi Plastik Ramah Lingkungan,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi...
BerandaBisnisEka Sari Lorena...

Eka Sari Lorena Masuk Bisnis Pengangkutan Limbah Medis

Jakarta, Limbahnews.com – PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis industri angkutan limbah medis. Bisnis ini diyakini dapat memberikan profit margin yang besar sekitar 20-25% untuk perseroan.
Direktur Eka Sari Lorena Transport Dwi Rianta Soerbakti mengatakan, pandemi Covid-19 membuat jumlah pasien di rumah sakit semakin meningkat. Selain itu, regulasi pembuangan limbah medis semakin diperketat, dan limbah tersebut harus segera diangkut maksimum 1 x 24 jam dan dikirim ke pabrik pengolahan limbah.

“Kami melihat peluang di tengah kondisi pandemi, menurut perhitungan awal, industri angkutan limbah medis dapat memberikan profit margin yang cukup besar bagi perseroan,” ujar dia dalam paparan publik, Jumat (27/8).

Baca : Hati-hati, Mulai Ada Indikasi Buang Limbah Medis di Tepi Jalan

Namun, keuntungan bisnis baru tersebut belum bisa dinilai secara nominal, menurut Rianta, perseroan baru memulai industri ini hanya 3 unit bus, sehingga masih sangat kecil. Saat ini, PT Eka Sari Lorena Transport bekerja sama dengan PT Garindo Persada Trans. “Memang belum bisa diperoleh potensi pendapatan yang diperoleh karena memang baru 3 unit truk, tapi secara umum profit marginnya bisa mencapai 20-25 persen lebih tinggi dibandingkan angkutan transportasi yang keuntungannya antara 8-10 persen,” katanya.

Dwi juga mengatakan, perseroan yang tergabung dalam konsorsium dengan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi TransPakuan milik Pemerintah Kota Bogor baru saja memenangkan tender Buy The Service di kota Bogor yang diadakan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kemenhub Republik Indonesia. “Proyek Buy The Service” yang akan berjalan selama 7 (tujuh) tahun ke depan ini, mengadopsi dari pola operasi TransJakarta,” katanya.

Baca : Prediksi Limbahnews.com Benar, Jokowi Siapkan Rp 1,3 Triliun Olah Limbah Medis

Konsorsium sebagai operator akan mengoperasikan 75 (tujuh puluh lima) bis medium dan akan dibayar berdasarkan Rupiah/KM. “Proyek ini juga merupakan Langkah “Revolusioner” dalam penataan angkutan umum di kota Bogor, dimana proyek Buy The Service tersebut akan mereduksi angkutan kota (angkot) yang beroperasi di koridor-koridor dari Buy The Service tersebut,” katanya.

Kondisi Keuangan
Bagi LRNA, dampak Covid-19 memang masih terasa di kuartal I-2021 atau Maret 2021 setelah Lorena mencatatkan pendapatan sebesar Rp 17,08 miliar, dari periode Maret 2020 sebesar Rp 20,97 miliar. LRNA membukukan rugi bersih Rp 7,12 miliar di kuartal I-2021, mampu dipangkas dari rugi bersih di periode yang sama tahun lalu Rp 11,46 miliar. Aset tercatat sebesar Rp 262,69 miliar dari Desember 2020 sebesar Rp 270,51 miliar. Kewajiban perusahaan sebesar Rp 51,66 miliar dan ekuitas Rp 211,04 miliar, sehingga rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) masih rendah 0,24 kali.

Tahun lalu, sektor transportasi yang terdampak pandemi membuat pendapatan LRNA berkurang dari Rp 124,579 miliar di 2019 menjadi Rp 65,046 miliar di 2020. Kondisi itu membuat LRNA alami rugi bersih Rp 43,03 miliar di 2020, dari tahun 2019 rugi bersih Rp 6,86 miilar.[LN-04] redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...