Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

Tutup Usaha Akibat Corona,...

Jakarta, Limbahnews.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri,...

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...
BerandaTeknologiTitik Panas Terbanyak,...

Titik Panas Terbanyak, Cegah Kebakaran Hutan dan Bencana di NTT

Jakarta, Limbahnews.com – Setelah dilanda sejumlah bencana dalam beberapa waktu terakhir, seluruh jajaran di Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu melakukan antisipasi guna mencegah korban dan kerugian lainnya. Salah satu pencegahan itu dengan mengoptimalkan informasi terkait cuaca dan iklim sehingga mengurangi tingkat risiko yang terjadi.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan, Alvian Feoh, Senin (23/8/2021). Penegasan itu disampaikan menyusul pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dari citra satelit, dalam 10 hari terakhir terdapat sejumlah titik panas di sejumlah wilayah dan terbanyak berasal dari wilayah NTT sebanyak 61 titik. Setelah NTT, titik panas juga muncul di wilayah Kalimantan Barat 34 titik, Papua 17 titik, NTB 17 titik, Kalimantan Utara 17 titik, Maluku 9 titik, dan Jambi 4 titik.

Baca : Satgas Ciliwung Bogor Dukung Masyarakat Optimalkan Maggot BSF

Menurut Alvian, titik panas itu berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan sangat berisiko bagi masyarakat sekitarnya. Apalagi, hutan berperan dalam menjaga fungsi ekologis dan sumber penghidupan masyarakat sekitarnya.
“Untuk itu, informasi awal dari BMKG tersebut harus disikapi secara bijak sehingga bisa mengurangi tingkat risiko bencana. Masyarakat sudah lelah dihadapkan pada pandemi, jangan sampai bencana semakin menambah beban mereka,” ujar mantan aktivis GMNI Kupang ini.

Dia menjelaskan, tindakan antisipasi merupakan bagian penting dalam penanggulangan bencana yang selama ini belum menjadi prioritas. Padahal, teknologi informasi sudah berkembang begitu cepat sehingga bisa mempermudah antisipasi bencana. “Informasi yang ada bisa dioptimalkan sehingga dampak dari bencana, baik nyawa manusia, kerusakan ekologi atau materi lainnya bisa ditekan,” tegasnya.

Baca : Tahun 2020, Tahun Kontribusi untuk Lingkungan

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan pihaknya mendorong pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meliputi tiga klaster dalam strategi penanganan karhutla.

Sebelumnya, BMKG meminta komitmen penuh pemerintah daerah dalam aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Peran pemerintah daerah dinilai sangat penting karena laju pembangunan di daerah sangat masif.
“Aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim butuh komitmen politik karena harus dimulai dari kepala daerah yang diwujudkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Menurut Dwikorita, pemerintah kabupaten/kota harus mempersiapkan kemungkinan terburuk dari bencana alam serta dampak perubahan iklim, seperti badai tropis, banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan kekeringan yang diprediksi akan lebih sering terjadi dengan intensitas yang lebih kuat. [LN-2] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi, teknologi, bisnis, industri, dan inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa, AMDAL, konsultasi, promosi, penguatan brand/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...