Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Eka Sari Lorena Masuk...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis...

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...
BerandaKasusPerusahaan Inggris Didenda...

Perusahaan Inggris Didenda Rp 30 Miliar karena Ekspor Sampah ke Indonesia

Inggris, Limbahnews.com – Perusahaan pengelola limbah Biffa Waste Services Ltd, didenda 1,5 juta Poundsterling (setara p 30 miliar, kurs Rp 20.000 per Poundsterling) di Pengadilan Inggris. Sanksi dikenakan karena ekspor sampah ke Indonesia dan India selama 2018-20219 menyalahi Transfrontier Shipment of Waste Regulations 2007.

Baca : Belum Punya Izin Olah Limbah, Gugatan ke Pabrik Susu PT Greenfields Berlanjut

Seperti ditulis Letsrecycle.com, Shane Colery QC menjatuhkan hukuman di Pengadilan Wood Green Crown Court pada 30 Juli lalu. Sidang tersebut mendapat banyak perhatian dan bisa diakses publik.
Hakim Collery menjelaskan Biffa divonis bersalah atas 4 pelanggaran mengekspor limbah rumah tangga yang disortir dengan buruk dari fasilitas daur ulangnya di Edmonton di London Utara ke Asia pada 2018 dan 2019. Penyelidik menahan 16 kontainer 25 ton di Southampton, tetapi 26 lainnya telah meninggalkan pelabuhan.

Baca : Selain Harvestindo, 1078 Kontainer Sampah Impor Juga Milik PT Advance Recycle Teknologi

Badan Lingkungan Hidup menghentikan ekspor ilegal hampir 23.000 ton limbah yang tidak sesuai pada 2019/20. Penghentian itu karena dinilai melanggar Transfrontier Shipment of Waste Regulations 2007 atau Peraturan Pengiriman Limbah Transfrontier 2007. “Kami telah meningkatkan pemantauan pengiriman limbah internasional,” kata Malcolm Lythgo, Kepala Peraturan Limbah di Badan Lingkungan Hidup seperti dilaporkan laman www.gov.uk, Senin (2/8).

Adapun kontaminasi limbah berlebihan meliputi popok, kaleng, potongan rambut, plastik, pakaian dan kemasan makanan. Badan Lingkungan Hidup menyebutkan ekspor secara ilegal itu meliputi 50.000 kaleng, 40.000 kantong plastik, 25.000 item pakaian, 3.000 popok – dan bahkan penggorengan, kondom, dan kaus suvenir New York.
“Biffa mengirimkan bahan-bahan terlarang ke negara-negara berkembang, tanpa memiliki sistem untuk mencegah pelanggaran,” kata Malcolm Lythgo.

Baca : Prediksi Limbahnews.com Benar, Jokowi Siapkan Rp 1,3 Triliun Olah Limbah Medis

Badan Lingkungan Hidup akan mengejar pihak-pihak yang merusak kehidupan masyarakat di luar negeri melalui ekspor ilegal. Dari pihak Biffa mengatakan Inggris tidak memiliki infrastruktur untuk mendaur ulang semua kertas bekas yang dikirim untuk didaur ulang. Pihak Biffa juga mengatakan tidak lagi mengekspor kertas bekas di luar OECD, tetapi industri secara keseluruhan “tidak punya pilihan selain melakukannya”.

Biffa meminta pemerintah untuk memperkenalkan serangkaian “kebijakan yang koheren” untuk menempatkan ekspor “pada pijakan yang stabil” atau untuk merangsang investasi yang diperlukan di Inggris. [LN-2] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi, teknologi, bisnis, industri, dan inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa, AMDAL, konsultasi, promosi, penguatan brand/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...