Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...
BerandaIndustriLimbah Medis Meningkat,...

Limbah Medis Meningkat, Kebutuhan Insinerator Semakin Tinggi

Salah satu insinerator yang diproduksi PT Pindad dan PT Top Tekno Indo.

Jakarta, Limbahnews.com – Kebutuhan insinerator untuk memusnahkan limbah medis yang infeksius terus meningkat. Hal itu seiring dengan jumlah limbah medis yang masuk kategori B3 (bahan berbahaya dan beracun) semakin banyak. Sejumlah daerah di luar Pulau Jawa dan Sumatera ditengarai tidak mengelola limbah medis tersebut dengan benar.
Seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19, limbah medis berupa masker, sarung tangan, alat suntik dan peralatan medis, alat pelindung diri hingga darah pasien meningkat drastis. Limbah infeksius tersebut harus dimusnahkan (dibakar) dengan teknologi atau suhu tinggi yang biasanya menggunakan insinerator.

Baca : Mountrash dan APLI Dukung Satgas Covid-19 Perketat Limbah Medis

Asosiasi Produsen Insinerator Indonesia (APII) terus mendorong bahwa insinerator sebagai pengolah limbah B3 yang paling efektif, layak digunakan dan tidak mencemari lingkungan. Informasi yang dikumpulkan Limbahnews.com menyebutkan insinerator skala besar hanya ada di beberapa tempat di Pulau Jawa. Padahal, insinerator dalam skala kecil dan menengah sangat dibutuhkan daerah-daerah dengan jangkauan yang terbatas.

Baca : Limbah Medis Covid-19 Tak Boleh ke TPA, Depo Jadi Solusi?

Adapun harga harga insinerator limbah medis cukup variatif, berkisar mulai puluhan juta rupiah hingga miliaran rupiah, tergantung spesifikasi dan kapasitas insinerator. PT Arksys Cakrawala Usaha merupakan salah satu produsen yang sudah mempunyai berbagai varian dan jenis insinerator.

Baca : KBRI Jerman Kunjungi Euwelle, MYT Diterapkan di TPPAS Nambo-Bogor

Wayan Darma Kusumah selaku Direktur PT Arksys Cakrawala Usaha mengatakan pihaknya memproduksi insinerator paling kecil seharga Rp 200 juta untuk kapasitas 50 kilogram (kg) limbah per jam. “Ini ukuran paling kecil, biasanya untuk rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur di bawah 50 bed. Sedangkan yang skala besar dengan kapasitas 800 kg per jam itu mencapai Rp 2 miliar per unit,” ujarnya, Jumat (9/7/2021) kepada Limbahnews.com.

Salah satu insinerator.

Sementara itu, beberapa media menyebutkan informasi harga yang sangat variatif. Sebagai contoh, insinerator dengan kapasitas atau volume 5-9 kg per jam dijual seharga Rp 44 juta, insinerator sampah medis kapasitas 30 kg per jam seharga Rp100 juta. Bahkan ada yang menyebutkan insinerator mini manual galvanis kapasitas 30 liter Rp 3 juta, dan insinerator sampah medis tanpa asap Rp 60 juta.

Sebelumnya, PT Pindad dan PT Top Tekno Indo (Hejotekno) memperkenalkan Stungta X Pindad, produk pemusnah sampah dengan teknologi tanpa asap atau smokeless incinerator. Direktur Bisnis Produk Industrial PT Pindad, Heri Heriswan belum lama ini mengatakan Stungta X Pindad merupakan salah satu bagian dari solusi inovatif penanganan sampah yang ramah lingkungan.

Stungta tidak menghasilkan asap dan zat berbahaya lain karena sudah melewati pembakaran double burner, filter, dan treatment asap. Temperatur pembakaran Stungta berkisar 800-1.200 derajat Celcius yang diklaim dapat memusnahkan seluruh jenis sampah kering dan basah. Stungta juga memiliki desain kompak, ukuran kecil, dan gampang dipindahkan karena memiliki sumber listrik mandiri. Peresmian Stungta X Pindad dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, pada September 2020 lalu. [LN-2] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi, industri, teknologi, bisnis dan inovasi ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani jasa, seperti AMDAL, promosi, konsultasi daur ulang dan industri terkait, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama atau kegiatan lainnya. Info rinci melalui 081356564448.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...