Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

Investasi Plastik Ramah Lingkungan,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi...
BerandaKebijakanMountrash dan APLI...

Mountrash dan APLI Dukung Satgas Covid-19 Perketat Limbah Medis

Jakarta, Limbahnews.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta pelaksanaan lockdown atau pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) skala mikro memperhatikan penanganan limbah medis. Hal itu tidak saja pada fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) secara umum, penyelenggara karantina, isolasi atau tempat-tempat yang ditunjuk pemerintah, tapi juga di tingkat rumah tangga atau masyarakat.

Baca : Mantap Nih, Aroma Vanili Bisa Dibuat dari Botol Plastik PET

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting kepada Limbahnews.com menjelaskan bahwa pengaturan limbah medis secara ketat bisa mencegah penularan virus. Apalagi, semua yang pernah disentuh oleh pasien Covid-19 dipastikan sudah terinfeksi.
Dia meminta pelaksana PPKM skala mikro seperti pemerintah desa serta pengurus lingkungan RT dan RW memberikan perhatian khusus pada pengelolaan limbah medis di wilayahnya.

Nonton : Yuk Kita Blusukan Ke Salah Satu Mitra #Mountrash; #MCP KISANAK di KARAWACI

“Posko desa, posko kelurahan, ini akan menjadi salah satu instrumen agar limbah-limbah yang ada di desa jangan mencemari desa, jangan menjadi sumber infeksi,” katanya,, belum lama ini.

Baca : Covid-19 Meningkat, Waspadai Limbah Medis Jadi Masalah Baru

Secara terpisah, praktisi lingkungan hidup Edward Tanari yang juga Penasehat Asosiasi Pengelolaan Limbah B3 Indonesia (APLI) mengatakan limbah medis harus mendapatkan perhatian serius agar tidak menjadi persoalan baru. Apalagi belakangan kasus Covid-19 meningkat tajam sehingga limbah terinfeksi pun semakin banyak.

Baca : Ampas Jadi Saus, Cabut Sendiri Singkong Rp 50.000 Per Pohon

“Untuk itu seruan Satgas Penanganan Covid-19 perlu ditaati oleh semua pihak. Bukan saja di tingkat fasyankes atau tempat yang sudah dirujuk, tapi juga pada komunitas atau masyarakat yang masih banyak diabaikan,” tegas Edward.

Sedangkan pendiri aplikasi Mountrash.com, Gideon W Ketaren, justru mendorong agar pengawasan dan kontrol dalam pengelolaan limbah medis itu harus ekstra ketat. Dia juga sepakat dengan pandangan bahwa selama limbah terinfeksi tidak ditangani dengan serius maka virus Covid-19 tidak akan pernah hilang. Untuk itu, dalam manajemen limbah medis yang efektif dan efisien harus menggunakan teknologi yang mendukung kinerja manusia.

“Masih banyak masker atau barang-barang medis lainnya yang terinfeksi dan belum ditangani dengan baik. Ini butuh kesadaran bersama dan tidak hanya menjadi beban Satgas atau petugas yang berwenang,” jelasnya. [LN-03] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi, solusi dan teknologi pengelolaan limbah/sampah, hingga inovasi dalam ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa terintegrasi dan konsultasi, seperti AMDAL, manajemen dan promosi teknologi/industri daur ulang, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...