Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...
BerandaLimbahLimbah Plastik Impor...

Limbah Plastik Impor Berpotensi Cemari Makanan, Termasuk Indonesia

Jakarta, Limbahnews.com – Kajian International Pollutants Elimination Network (IPEN) menemukan bahan kimia beracun dalam ekspor limbah plastik dari negara-negara maju berpotensi mencemari makanan di negara-negara berkembang. Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (23/6/2021), menyebut penelitian dilakukan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di 14 negara termasuk Indonesia yang mengumpulkan telur ayam kampung di sekitar fasilitas pembuangan sampah plastik.

Telur-telur itu kemudian diukur kadar kontaminasi dioksin dan bahan kimia beracun lainnya yang dikenal sebagai bahan kimia organik persisten (POPs) yang telah dilarang atau sedang dalam proses dilarang secara global melalui Konvensi Stockholm.

Baca : Dua Kali Cemari Laut Jawa, Ahok Sudah Tindak Lanjut ke Direksi Pertamina?

“Laporan ini menegaskan bahwa kerugian yang disebabkan oleh ekspor limbah plastik tidak terbatas pada sampah dan polusi yang terlihat, tetapi berisiko membahayakan kesehatan manusia yang disebabkan oleh kontaminasi rantai makanan di negara-negara pengimpor. Aditif kimia beracun dan zat paling berbahaya di dunia benar-benar mengalir ke rantai makanan di negara-negara yang tidak mampu mencegahnya,” ujar Lee Bell, Penasihat Kebijakan POPs IPEN.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa tingkat dioksin dan Poly Chlorinated Biphenyl (PCB) dalam telur di beberapa lokasi sangat tinggi sehingga penduduk tidak dapat memakan satu telur pun tanpa melebihi batas aman untuk bahan kimia ini sebagaimana yang ditetapkan di Uni Eropa (UE).

Nonton: Yuk Kita Blusukan Ke Salah Satu Mitra #Mountrash; #MCP KISANAK di KARAWACI

Selain itu, di hampir setiap tempat sampah plastik terbuka di mana sampel telur diambil, kadar dioksin melebihi batas konsumsi aman UE dengan di beberapa lokasi, ambang telur melebihi batas aman hingga sepuluh kali lipat.

Penelitian itu juga menemukan tingkat polybrominated diphenyl ethers (PBDE) maksimum dalam sampel telur yang diambil di beberapa tempat dekat pembuangan sampah plastik sebanding dengan tempat sampah elektronik yang paling terkontaminasi di dunia yaitu di Guiyu, Cina.

Untuk salah satu lokasi di Indonesia, tingkat dioksin dalam telur berada pada tingkat yang sama dengan sampel telur di bekas pangkalan Angkatan Udara AS di Vietnam yang sangat terkontaminasi oleh Agen Oranye. Tingkat POPs yang sangat tinggi terdeteksi juga di lokasi dimana plastik dan sampah elektronik dicampur dan kemudian dibuang dan/atau dibakar untuk memulihkan logam.

Terkait laporan itu, Penasihat Senior Nexus3 Foundation Yuyun Ismawati kepada Antara mengatakan masalah pencemaran limbah plastik juga menjadi tantangan lokal dan global. Bukan hanya masalah sampah domestik yang menjadi tanggungan, namun juga membanjirnya sampah plastik impor dari berbagai negara. [LN-05] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi, solusi dan teknologi pengelolaan limbah/sampah, hingga inovasi dalam ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa terintegrasi dan konsultasi, seperti AMDAL, manajemen dan promosi teknologi/industri daur ulang, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...