Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Indonesia Luncurkan Bursa Karbon,...

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Bursa Karbon pada hari Selasa lalu (26/9/23) ....
BerandaTeknologiMantap Nih, Aroma...

Mantap Nih, Aroma Vanili Bisa Dibuat dari Botol Plastik PET

Edinburgh, Limbahnews.com – Tim ilmuwan dari Universitas Edinburgh berhasil mengubah botol plastik menjadi bahan beraroma (perisa/flavour) vanili (vanilla). Ini pertama kalinya bahan kimia berharga dibuat dari sampah plastik. Para peneliti tersebut menguraikan plastik polyethylene terephthalate polymer (PET) menjadi aroma vanili dengan menggunakan bakteri Escherichia coli (E. coli).

Nonton : Mountrash Kolaborasi dengan KEMENKUMHAM dalam Pengelolaan Sampah Digital

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Green Chemistry menyebutkan bakteri E. coli yang direkayasa untuk mengubah polyethylene terephthalate polymer menjadi , terephthalic acid (TA) atau asam tereftalat. Kemudian menggunakan organisme kecil untuk mengubah TA menjadi aroma vanili.

Baca : Ampas Jadi Saus, Cabut Sendiri Singkong Rp 50.000 Per Pohon

“Ini adalah contoh pertama penggunaan sistem biologis untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan kimia industri yang berharga dan punya implikasi yang sangat menarik bagi perputaran ekonomi,” ungkap Prof Joanna Sadler dari Universitas Edinburgh, belum lama ini.

Dilansir dari The Guardian, sekitar 1 juta botol plastik terjual setiap menit di seluruh dunia. Padahal, plastik kehilangan sekitar 95 persen nilainya sebagai material setelah sekali pakai. Selain itu, hanya 14 persen dari botol plastik bekas yang didaur ulang. Bahkan, saat ini botol-botol yang didaur ulang itu hanya dapat diubah menjadi serat buram untuk pakaian atau karpet. Vanili banyak digunakan dalam industri makanan dan kosmetik. Aroma atau perisa ini juga merupakan bahan kimia curah penting yang digunakan untuk membuat obat-obatan, produk pembersih, dan herbisida.

Baca : Dua Kali Cemari Laut Jawa, Ahok Sudah Tindak Lanjut ke Direksi Pertamina?

Seperti ditulis dalam laman Universitas Edinburgh, para peneliti menghangatkan kaldu mikroba hingga 37 derajat Celsius selama sehari, kondisi yang sama seperti membuat bir. Ini mengubah 79 persen TA menjadi vanili.
“Proyek kami menantang persepsi bahwa plastik adalah sampah yang bermasalah. Sebaliknya, kami menunjukkan penggunaannya sebagai sumber karbon baru yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk bernilai tinggi,” terang Stephen Wallace yang juga dari Universitas Edinburgh. [LN-04] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi, solusi dan teknologi pengelolaan limbah/sampah, hingga inovasi dalam ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa terintegrasi dan konsultasi, seperti AMDAL, manajemen dan promosi teknologi/industri daur ulang, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...