Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...

Vietnam Mulai Lirik Kredit...

Jakarta, Limbahnews.com - Konsep kredit plastik dalam mengurangi limbah dari plastik terus digulirkan...

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...
BerandaTeknologiDaur Ulang atau...

Daur Ulang atau Dibuang, BPPT Ingatkan Soal Limbah Baterai Mobil Listrik

Jakarta, Limbahnews.com – Kendaraan listrik berbasis baterai diprediksi mengalami lonjakan karena dipercaya sebagai solusi berkendara di masa depan. Meskipun tidak mengeluarkan emisi gas buang yang dapat menjaga kualitas udara bersih, kendaraan elektrik bisa menimbulkan limbah baterai mobil listrik.

Di Uni Eropa, seperti data European Automobile Manufacturers Association (ACEA), menunjukkan peningkatan penjualan mobil listrik maupun plug-in hybrid sepanjang tahun lalu. Secara umum, penjualan mobil hybrid naik 59 persen menjadi 1.182 juta tahun lalu. Sementara itu menurut Reuters penjualan kendaraan bensin dan diesel masing-masing turun 37 persen dan 32 persen.

Nonton : Mountrash Kolaborasi dengan KEMENKUMHAM dalam Pengelolaan Sampah Digital.

Meskipun kendaraan bertenaga listrik diakui tidak mengeluarkan karbon dioksida, tetapi di balik itu ada masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini terletak pada baterai bekasnya. Diketahui limbah baterai mobil listrik itu sangat berbahaya dan dapat merusak lingkungan.

Menanggapi hal ini Amerika Serikat, di bawah Pemerintahan Joe Biden, sedang membahas rencana untuk mendaur ulang serta melakukan cara-cara untuk mengurangi penggunaan logam dalam baterai baru pada kendaraan listrik.

Bisnis melaporkan, sejumlah perusahaan rintisan kini telah mencoba cara baru untuk mendaur ulang limbah baterai mobil listrik. Perusahaan India ACE Green Recycling Inc telah mengembangkan proses suhu ruangan dengan mengubah timbal dari baterai bekas menjadi briket dengan kemurnian hingga 99,95 persen.

Belum lama ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengingatkan agar pelaku industri baterai kendaraan listrik juga dapat mementingkan pengolahan limbah baterai agar tidak mencemari dan merusak alam.
“Saya perlu mengingatkan pengolahan limbah baterai karena dalam jangka panjang baterai akan menjadi limbah,” kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam sebuah diskusi di Jakarta, pekan lalu.

Skema pengembangan industri baterai kendaraan listrik, lanjut dia, harus memiliki konsep zero emission atau nol emisi yang berujung pada pengolahan limbah yang baik. Konsep nol emisi ini mengharuskan pabrik-pabrik mencari cara tentang penerapan pembuangan polusi dan sampah seminimal mungkin. Limbah baterai kendaraan listrik termasuk dalam limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sebab kandungan elektroit di dalam baterai dapat berdampak buruk terhadap lingkungan, termasuk kesehatan manusia. [LN-3] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi dan teknologi hingga inovasi pemberdayaan masyarakat terkait ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani jasa, seperti AMDAL, promosi teknologi, konsultasi daur ulang dan industri terkait, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...