Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...
BerandaIndustriSetahun Sisa Makanan...

Setahun Sisa Makanan 48 Juta Ton, Indonesia Buang Rp 551 Triliun Per Tahun

Jakarta, Limbahnews.com – Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan limbah makanan di Indonesia berkisar 23 juta hingga 48 juta ton per tahun dalam kurun waktu 2000 hingga 2019. Data tersebut didapatkan dari analisis kolaborasi Pemerintah Indonesia dengan Foreign Commonwealth Office Inggris selama 20 tahun terakhir.

Baca : Ampas Jadi Saus, Cabut Sendiri Singkong Rp 50.000 Per Pohon

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan limbah sampah tersebut telah menyebabkan dampak multidimensi. Dari segi lingkungan, sampah sisa makanan tersebut telah menimbulkan 1.702,9 megaton emisi karbon dioksida. Limbah makanan tersebut, kata dia, juga menimbulkan kerugian ekonomi sebesar Rp 213 triliun hingga Rp 551 triliun per tahun. Kerugian ekonomi ini setara dengan 4-5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Kehilangan kandungan energi dari food loss and waste (FLW) ini juga dapat memberi makan 61 juta hingga 125 juta orang atau 29 hingga 47 persen populasi di Indonesia,” kata Suharso melalui sebuah webinar pada Rabu.

Baca : Usai Bentrok 4 Ormas di Bekasi, Tuntaskah Masalah Limbah PT Suzuki Indomobil?

Di saat yang sama, Indonesia dalam indeks kelaparan global masih dalam kategori moderat, meski telah membaik dibandingkan lima tahun sebelumnya yang dalam kategori serius.

Suharso menuturkan identifikasi dari potensi timbulan limbah makanan ini diperlukan untuk mengurangi jarak antara kebutuhan pangan yang tinggi dengan ketersediaan pangan yang terbatas. Beberapa langkah yang akan ditempuh antara lain dengan membangun sarana penyaluran makanan serta pengelolaan sisa makanan sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Potensi kerugian akibat FLW diatas ternyata jauh melebihi nilai tambah dari daur ulang sampah plastik.
Belum lama ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut industri daur ulang plastik dapat menghasilkan berbagai produk bernilai tambah dengan potensi ekonomi mencapai lebih dari Rp10 triliun per tahun dan potensi ekspor produk turunan daur ulang plastik US$141,9 juta. Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan regulasi baik dalam rangka pemberian insentif dan disinsentif, termasuk pengawasan dan pengendalian regulasi yang ditetapkan serta penyediaan sarana prasarana pengumpulan sampah plastik. [LN-04] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi, solusi dan teknologi pengelolaan limbah/sampah, hingga inovasi dalam ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa terintegrasi dan konsultasi, seperti AMDAL, manajemen dan promosi teknologi/industri daur ulang, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...