Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...

Vietnam Mulai Lirik Kredit...

Jakarta, Limbahnews.com - Konsep kredit plastik dalam mengurangi limbah dari plastik terus digulirkan...

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...
BerandaKasusPencemaran DAS Citarum,...

Pencemaran DAS Citarum, PT BUCP Hormati Putusan Pengadilan

Jakarta, Limbahnews.com – PT Bina Usaha Cipta Prima (BUCP) menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung yang mengabulkan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kelautan (KLHK) terkait pencemaran DAS (daerah aliran sungai) Citarum. PT BUCP diharuskan membayar ganti rugi materiil Rp 838.230.057, namun KLHK menggugat ganti rugi Rp 8,9 miliar.

PT BUCP melalui kuasa hukumnya Andy I. Nababan dari kantor INAREMA Law Firm mengatakan nilai ganti kerugian lingkungan itu sudah sesuai dengan hasil perhitungan yang dimintakan KLHK pada saat dilakukan negosiasi nilai kerugian lingkungan.

Baca : Ampas Jadi Saus, Cabut Sendiri Singkong Rp 50.000 Per Pohon

“Hal itu sebagaimana dinyatakan dalam Notulensi Pertemuan Negosiasi Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Terhadap PT. Bina Usaha Cipta Prima tertanggal 18 Agustus 2015,” kata Andy dalam keterangan tertulisnya Kamis (3/6/2021) lalu.

Dikatakan perkara tersebut berawal sejak 2009 ketika tim pengawasan KLH Kota Cimahi menilai IPAL PT BUCP belum secara optimal melakukan pengolahan air limbah. Untuk menindaklanjuti temuan itu, PT BUCP telah melakukan perbaikan dan mengirimkan surat kepada KLH Kota Cimahi untuk memberikan pembinaan agar sistem pengelolaan IPAL bekerja dengan optimal.

Baca : Ganti Rugi Hanya Rp 838 Juta, KLHK Banding Soal Pencemaran Citarum

“Tetapi tidak ada tanggapan, hingga akhirnya tim verfikasi KLHK datang dan meminta kepada klien kami untuk membayarkan nilai ganti kerugian lingkungan sebesar Rp 838.230.057. Sedangkan klien kami melakukan negosiasi untuk membayar nilai ganti kerugian sebesar Rp 304.810.930,” kata Andy.

Dia juga menghormati terhadap rencana KLHK mengajukan banding dan PT BUCP juga akan mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Baca : Program ‘Citarum Harum’ Dipertanyakan, Masih Ada Perusahaan yang Bandel

Sebelumnya, Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan akan melakukan gugatan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung. “Untuk langkah hukum lebih lanjut, kami akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung,” katanya seperti ditulis dalam laman Gakkum.menlhk.go.id, Sabtu (22/5/2021).

Dikatakan, gugatan terhadap PT BUCP karena ketidakseriusan pihak perusahaan mengelola air limbah dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada jaksa pengacara negara, kuasa hukum dan para ahli yang mempunyai komitmen tinggi untuk menangani masalah pencemaran lingkungan hidup di Provinsi Jawa Barat Khususnya mendukung Citarum Harum.

“Menuntut perusahaan pencemar di DAS Citarum adalah komitmen KLHK untuk mewujudkan Citarum Harum,” kata Rasio Ridho Sani. [LN-2] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi dan teknologi hingga inovasi pemberdayaan masyarakat terkait ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani jasa, seperti AMDAL, promosi teknologi, konsultasi daur ulang dan industri terkait, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...