Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...
BerandaKasusPenyelesaian Sengketa Lingkungan...

Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Chevron Dinilai Tidak Efektif

Jakarta, Limbahnews.com – Penyelesaian sengketa lingkungan hidup PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dinilai tidak efektif karena ada satu lokasi sampai berulang tiga kali survei inventori. “Tentunya hal ini membutuhkan waktu dan biaya yang semakin besar, implikasinya akan membesar pula pada pengembalian dana cost recovery,” ujar Kepala Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Dwiyana.

Menurut Dwiyana, BPK RI atau pihak/lembaga yang melaksanakan audit/ penegakan hukum harus jeli dengan kondisi ini. Selain itu, ada beberapa masyarakat yang lahannya tercemar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) PT Chevron. “Pada saat proses penyelesaian sengketa lingkungan hidup oleh PT CPI, masyarakat tersebut disodori dan disuruh tanda tangan pada blangko yang masih kosong, dengan segala intimidasi (tidak akan dibayar kompensasinya). Akibatnya, masyarakat terpaksa menadatangani,” kata Dwiyana seperti ditulis Klikanggaran, Senin (24/5/2021).

Dia menjelaskan ada itikad tidak baik PT CPI, curang, dan tidak jujur terhadap masyarakat. “PT CPI sengaja memanfaatkan situasi keterbatasan masyarakat dalam proses penyelesaian sengketa lingkungan hidup tersebut,” sambungnya.

Sebelumnya, Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) menyurati Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, terkait audit lingkungan wilayah kerja PT CPI di Blok Rokan, Riau, khususnya yang berhubungan dengan kondisi tanah terkontaminasi minyak (TTM).

Surat terbuka elektronik tersebut dilayangkan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, guna mengkonfirmasi tentang audit lingkungan wilayah kerja PT CPI.

Yusri mengaku terkejut atas pengakuan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Mamun Murod, yang menyatakan bahwa Kemenko Marinves menginisiasi audit lingkungan oleh KLHK untuk wilayah kerja PT CPI di Blok Rokan dan sekitarnya pada 2020 lalu. Selain itu, Mamun Murod juga membeberkan bahwa Dinas LHK Provinsi Riau tidak pernah terlibat dalam pembahasan rencana audit lingkungan hidup, pelaksanaan audit, dan penilaian hasil audit lingkungan hidup PT CPI. [LN-04] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi, solusi dan teknologi pengelolaan limbah/sampah, hingga inovasi dalam ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa terintegrasi dan konsultasi, seperti AMDAL, manajemen dan promosi teknologi/industri daur ulang, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...