Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

Indonesia Luncurkan Bursa Karbon,...

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Bursa Karbon pada hari Selasa lalu (26/9/23) ....

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Investasi Plastik Ramah Lingkungan,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi...
BerandaIndustriPejabat Nobar Film...

Pejabat Nobar Film “Pulau Plastik”, Apa Kabar Larangan Kantong Plastik?

Jakarta, Limbahnews.com – Film dokumenter “Pulau Plastik” akhirnya hadir di beberapa kota besar sejak awal Mei lalu. Film itu mengikuti perjalanan tiga orang yang menolak diam melawan plastik sekali pakai.
Film ini disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Rahung Nasution yang merupakan proyek bersama antara Visinema Pictures, Kopernik, Akarumput, dan WatchdoC.

“Pulau Plastik” menyoroti seputar isu sampah plastik yang bukan hanya menjadi permasalahan di Indonesia tapi juga dunia. Film ini memberikan gambaran tentang seberapa darurat bahaya penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan juga kesehatan manusia.

Beberapa kepala daerah pun antusias menyambut film ini dengan melakukan nonton bareng (nobar), sebut saja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, dan Wali Kota Bogor Bima Arya.
Anies dan Riza Patria nonton bareng kepala pasar seluruh Jakarta dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI di Bioskop CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa pekan lalu.

Baca : Mau Diterapkan Sri Mulyani, Inaplas Minta Cukai Plastik Hanya untuk Impor

Dia memberi apresiasi atas karya film yang menggugah kesadaran dan mengajak seluruh warga Jakarta patut menonton film itu. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menonton film ini,” pesan Anies.

Lalu bagaimana kelanjutan larangan plastik sekali pakai di DKI Jakarta? Pemprov DKI Jakarta sendiri telah melarang penggunaan kantong belanja berbahan plastik atau sekali pakai sejak 1 Juli 2020. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Namun penerapan kebijakan yang hampir satu tahun tersebut belum ada evaluasinya. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta pernah menilai bahwa kebijakan itu tidak efektif. “Pada saat sosialisasi pemilik toko ritel modern, pusat perbelanjaan tidak patuh terhadap Pergub,” ujar Direktur Walhi Tubagus belum lama ini.

Tidak hanya di Jakarta, Wali Kota Bogor Bima Arya juga mengajak staf dan berbagai pihak untuk nobar Pulau Plastik.
“Film’Pulau Plastik ini menyampaikan pesan moral yang menggugah kesadaran masyarakat terhadap bahaya plastik bagi manusia,” kata Bima Arya usai menonton film berdurasi 1 jam 42 menit itu.

Sebagaimana DKI Jakarta, Kota Bogor juga sudah melarang plastik sekali pakai sejak 1 Desember 2018 lalu. Hal itu ditegaskan dalam Peraturan Wali Kota Nomor 61 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Berdasarkan catatan Limbahnews.com, sejauh ini belum ada evaluasi terkait kebijakan larangan plastik sekali pakai itu. Jangan sampai pejabat asyik nobar seakan sangat peduli sampah plastik, tetapi kebijakan yang dibuatnya malah mubazir. [LN-03] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi, solusi dan teknologi pengelolaan limbah/sampah, hingga inovasi dalam ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani berbagai jasa terintegrasi dan konsultasi, seperti AMDAL, manajemen dan promosi teknologi/industri daur ulang, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...