Rabu, Juli 24, 2024

Creating liberating content

Pelaku Industri Kimia dan...

Jakarta, Limbahnews.com - Pelaku industri plastik yang tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin, Aromatik...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Vietnam Mulai Lirik Kredit...

Jakarta, Limbahnews.com - Konsep kredit plastik dalam mengurangi limbah dari plastik terus digulirkan...

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...
BerandaLimbahGelar Konferensi Limbah...

Gelar Konferensi Limbah Lumpur Feses, Apa Solusi DKI Jakarta?

Jakarta, Limbahnews.com – Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan konferensi The 6th Faecal Sludge Management atau Pengelolaan Lumpur Domestik ke-6 pada akhir April 2021 lalu. Konferensi itu dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelolaan limbah domestik global.

Direktur Utama BUMD Pengelolaan Air Limbah (PAL) Jaya Aris Supriyanto mengatakan konferensi internasional The 6th Faecal Sludge Management yang dilaksanakan secara virtual tersebut menjadi kesempatan berbagi pengalaman dengan seluruh peserta konferensi. “Seminar ini menjadi tempat berbagi pengalaman masing-masing, mulai dari aspek regulasi, kelembagaan, keuangan, operasional, kerja sama dengan swasta, hingga aspek teknologi dan lainnya yang saling berhubungan dan berkesinambungan demi peningkatan pengelolaan lumpur tangki septik di Indonesia,” ujar Aris dalam keterangan tertulisnya.

Baca : Ampas Jadi Saus, Cabut Sendiri Singkong Rp 50.000 Per Pohon

Konferensi tersebut juga dihadiri perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Gresik dan Bekasi, Forum Komunikasi Air Limbah (Forkalim), PDAM Medan dan Solo, Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Ini menjadi wadah pemangku kepentingan untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi guna mendapatkan solusi berkelanjutan dalam meningkatkan akses sanitasi aman untuk kemudian dapat membuat rekomendasi kebijakan dengan menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lumpur tangki septik di Indonesia.

Baca : Lama Jadi Polemik, Adakah Sanksi dan Solusi Sungai Malinau yang Tercemar?

Aris menjelaskan, sebagai solusi alternatif dalam percepatan peningkatan akses sanitasi perlu dilaksanakan kegiatan pengelolaan air limbah sistem setempat yaitu, pengolahan lumpur feses. “PD PAL Jaya telah melakukan inovasi pada sistem pewadahan dengan memproduksi tangki septik modifikasi bernama biopal sejak akhir tahun 2016, yang dapat mengolah air limbah baik black water maupun grey water dan telah tersertifikasi,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala perkotaan dan permukiman di Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Jaringan Perpipaan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengatakan, keberadaan IPAL itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akses pelayanan air limbah, perbaikan kualitas lingkungan pada air permukaan dan air tanah, serta menjadi sumber alternatif air baku sebagai sumber air bersih di lingkungan masyarakat. [LN-03] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi dan teknologi hingga inovasi pengelolaan terkait ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani jasa, seperti AMDAL, promosi teknologi, konsultasi daur ulang dan industri terkait, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...