Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...
BerandaTeknologiRisma Rintis Sampah...

Risma Rintis Sampah Jadi Listrik, Jokowi: Tak Usah Ruwet, Tiru Surabaya

Surabaya, Limbahnews.com – Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah meniru pengelolaan listrik dari sampah seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur. Hal itu dikatakannya saat meresmikan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Kota Surabaya, Kamis (6/5). Instalasi pengolahan ini merupakan yang pertama di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Nanti kota-kota lain akan saya perintah supaya tidak usah ruwet, lihat aja di Surabaya, tiru, copy,” kata Jokowi.

Sejak 2018, Jokowi mengaku telah berupaya menyiapkan sejumlah payung hukum bagi daerah untuk bisa merealisasikan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Keinginan untuk bisa memiliki fasilitas tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 2008 saat ia masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

“Saya siapkan Perpresnya, saya siapkan PP-nya, untuk apa? Karena pengalaman yang saya alami sejak tahun 2008 saya masih jadi wali kota kemudian menjadi gubernur, kemudian jadi Presiden, tidak bisa merealisasikan,” katanya.

Payung hukum yang dikeluarkan Jokowi antara lain Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Tujuannya agar pemerintah daerah berani mengeksekusi program pembangunan tersebut tanpa khawatir terhadap payung hukumnya. “Untuk memastikan Pemda itu berani mengeksekusi. Dulu takut mengeksekusi karena dipanggil. Kejaksaan panggil, nanti kepolisian panggil, ada KPK panggil. Karena payung hukumnya yang tidak jelas,” katanya.

Jokowi pun mengapresiasi kerja Pemkot Surabaya sebagai salah satu kota yang ditunjuk lewat Peraturan Presiden yang pertama kali berhasil membuat fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

Selain Kota Surabaya, ada 11 daerah lain yang ditunjuk dalam Perpres 35/2018, yakni DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang dan Kota Manado. “Sekali lagi saya acung dua jempol untuk pemerintah Kota Surabaya baik wali kota lama (Tri Rismaharini) maupun yang baru (Eri Cahyadi). Tidak mudah, karena saya mengalami,” ucapnya.

Jokowi mengatakan pembangunan fasilitas ini tidak hanya terletak pada urusan penyediaan listrik semata, tapi juga hendak membenahi salah satu permasalahan soal manajemen sampah utamanya di kota-kota besar.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam laporannya mengatakan bahwa Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam mewujudkan PSEL Benowo ini. Ia menuturkan, PSEL Benowo kini bisa menghasilkan 11 Megawatt listrik. “Hasil dari kerja sama itu dapat menghasilkan listrik alhamdulillah 11 Megawatt, yang 2 Megawatt itu dari landfill gas power plant dan yang 9 Megawatt berasal dari gasification power plant. Insyaallah Bapak, dapat kami sampaikan, semuanya itu sudah bisa beroperasi pada hari ini,” ujar Eri. [LN-04] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi dan teknologi hingga inovasi pemberdayaan masyarakat terkait ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani jasa, seperti AMDAL, promosi teknologi, konsultasi daur ulang dan industri terkait, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...