Rabu, Juli 24, 2024

Creating liberating content

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...
BerandaProfilKoperasi Bisa Perkuat...

Koperasi Bisa Perkuat Distribusi Aneka Produk Aluminium

Bogor, Limbahnews.com – Pandemi yang melanda sejak tahun lalu ternyata berdampak besar pada penjualan aneka kerajinan dan peralatan masak dari aluminium. Penguatan jaringan melalui koperasi dan kemitraan dengan para produsen diharapkan bisa memperkuat distribusi dan penjualan.

Sandria, pengrajin loyang di Desa Gunung Sari, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengakui penjualan yang menurun sejak awal pandemi. Penurunan yang drastis dari berbagai produk aluminium itu bisa mencapai 50% dari kondisi normal. ”Menurun tajam sejak pandemi karena sejumlah toko menyebutkan permintaan dan pembelian juga turun drastis,” kata Sandria yang sudah tujuh tahun memproduksi loyang dan aneka produk aluminium.

Sandria yang biasa disapa Aleks ini menjelaskan dalam kondisi normal biasanya mengirim 500 set loyang setiap dua minggu. Tidak saja di Jabodetabek, tetapi juga melayani hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, sejak Covid-19 menguat maka permintaan hanya berkisar 250an set loyang. “Hal yang sama juga terjadi pada produk lainnya seperti roaster (alat panggang), cetakan kue, cetakan lontong dan berbagai aneka alat dari aluminium,” jelasnya.

Dia sangat berharap agar kondisi kembali normal sehingga permintaan loyang dan berbagai produk aluminium semakin meningkat. Untuk itu, bantuan atau kemitraan dari para pihak terkait sangat diharapkan.

Sementara itu, Koperasi Dia Artha Rahardja (Kopdar) yang sudah berpengalaman dalam mendampingi berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tengah mencari terobosan pemberdayaan para pengrajin aluminium tersebut.

Beni Seman, Sektretaris Kopdar, Kamis (6/5/2021), mengatakan dalam kondisi krisis atau tidak normal seperti saat ini, kehadiran koperasi bisa memperkuat UMKM agar bertahan. Pengrajin loyang dan berbagai jenis peralatan masak lainnya merupakan UMKM yang patut diselamatkan.

“Kami sedang menjajaki penguatan kemitraan dengan para pengrajin loyang di kawasan Citeureup, Bogor. Selama ini sudah terbangun komunikasi dan ada beberapa program sebagai tindak lanjut kolaborasi,” ujar Beni yang banyak berkecimpung dalam pemberdayaan UMKM.

Dia mengatakan, produksi dari para pengrajin bisa ditingkatkan dengan memperluas pasar domestik atau yang belum digarap serius. Hal itu bisa dilakukan dengan pendampingan rutin dalam pemasaran, distribusi, promosi, peningkatan kualitas atau terobosan lainnya.

Belum lama ini, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) sebagai bagian dari Astra Grup berkolaborasi dengan pelaku UMKM di Tarikolot, Citeureup, Bogor, dalam diversifikasi produk untuk menarik konsumen. Tarikolot juga merupakan salah satu sentra UMKM yang memproduksi produk turunan aluminium. [LN-03] redaksi@limbahnews.com

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi dan teknologi hingga inovasi pemberdayaan masyarakat terkait ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani jasa, seperti AMDAL, promosi teknologi, konsultasi daur ulang dan industri terkait, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...