Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...
BerandaTeknologiKang Emil Kunjungi...

Kang Emil Kunjungi Namasindo Plas, Mountrash Usul Tingkatkan Edukasi

Bandung, Limbahnews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan pendiri Indonesia Ocean Pride Hamish Daud mengunjungi proses daur ulang sampah plastik di PT Namasindo Plas di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (20/4/2021). Pabrik tersebut memiliki fasilitas pengolahan sampah plastik menjadi botol air mineral siap pakai yang akan dijual kepada industri air minum yang membutuhkan.

Baca : Kredit Plastik, Bisakah Menjadi Solusi Limbah dan Polusi?

“Ini membuat semangat agar semua sampah plastik yang bisa didaur ulang bisa kita ubah di sini dan dijual kembali ke industri-industri yang membutuhkan botol plastik air mineral,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil dalam keterangannya.

Baca : Gandeng Mountrash, Palangkaraya Wujudkan Bank Sampah Digital

Dalam peninjauan tersebut, Kang Emil didampingi oleh pemerhati lingkungan laut yang juga pendiri Indonesia Ocean Pride Hamish Daud. “Mas Hamish Daud yang paham banget betapa di laut kita sebenarnya banyak sampah plastik karena orang tidak ada solusinya. Maka saya komitmen di 2021 akan menjadikan problem sampah plastik bisa selesai dengan sistem sirkular ekonomi agar Indonesia tidak lagi di-bully karena banyak sampah plastik di lautan,” tuturnya.

Baca : DKI Jakarta Larang Kantong Plastik, Ini Sikap Pebisnis

Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup Jabar, dalam sehari, jumlah sampah plastik yang dapat didaur ulang mencapai 6.400 ton di seluruh Jabar. “Kami sehari ada 6.400 ton sampah plastik yang bisa didaur ulang, bahkan sampah plastik dari Bali dan Lombok pun dibeli oleh Jabar,” ungkap Kang Emil.

Secara terpisah, pendiri aplikasi Mountrash Gideon Ketaren menegaskan proses edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami implementasi dan manfaat dari sirkular ekonomi tersebut. Hal itu bisa melibatkan berbagai pihak yang sudah memahami dan berpengalaman dalam pengolahan sampah yang berkolaborasi dengan pelaku usaha daur ulang, seperti Namasindo Plas.

Presiden Direktur PT Namasindo Plas Yanto Widodo (kanan) menjelaskan proses daur ulang plastik PET di Padalarang, Jawa Barat.

“Namasindo Plas sebagai pihak yang sudah berpengalaman dan memiliki jaringan daur ulang bisa berkolaborasi dan memperluas jaringan dengan berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, para pemulung dan pengepul, hingga pengembang teknologi lainnya. Apalagi, masih banyak plastik yang belum didaur ulang,” jelas CEO PT Mountrash Avatar Indonesia ini.

Dikatakan, Mountrash sangat mendukung proses edukasi tersebut sebagaimana dilakukan kepada sejumlah komunitas, siswa dan pelajar, serta pemerintah daerah. Terakhir, Mounttrash juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah melakukan edukasi untuk mewujudkan pengelolaan bank sampah secara digital. Mountrash merupakan salah satu aplikasi pengelolaan sampah dan sangat mendorong digitalisasi semua bank sampah tersebut. [LN-04]

Limbahnews.com adalah media informasi limbah/sampah, solusi dan industri/teknologi hingga inovasi pemberdayaan masyarakat terkait ekonomi sirkular. Platform ini juga melayani jasa, seperti AMDAL, promosi teknologi, konsultasi daur ulang dan industri terkait, penguatan brand/merek/citra, serta berbagai kerja sama lainnya. Info lanjut bisa menghubungi redaksi@limbahnews.com atau 08161408154.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...