Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...

Eka Sari Lorena Masuk...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...

Setelah Covid-19, Ekonomi Indonesia...

Limbahnews.com - Kita semua sedang dilanda kecemasan atas wabah Coronavirus of Disease 2019...
BerandaKomunitasUNDP Gelar Kompetisi...

UNDP Gelar Kompetisi Penanggulangan Limbah Plastik di Indonesia dan Filipina


Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sophie Kemkhdaze (Ist)

Jakarta, Limbahnews.com – Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) bersama Kementerian Luar Negeri Norwegia, dan NORAD (Norwegian Agency for Development Cooperation) baru-baru ini menggelar kompetisi penanggulangan limbah laut di Indonesia. Kompetisi yang bertajuk EPPIC (Ending Plastic Pollution Innovation Challenge) 2 ini merupakan lanjutan dari EPPIC yang berfokus pada negara-negara ASEAN. Pendaftaran kompetisi sudah dibuka dan akan ditutup pada 30 April 2021 nanti.

EPPIC tahap pertama dilaksanakan tahun lalu di Ha Long Bay, Vietnam dan Koh Samui, Thailand. EPPIC tahap kedua akan dilaksanakan di Indonesia dan Filipina. Tujuan kompetisi EPPIC yakni memberikan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya manfaat lingkungan, namun juga ekonomi dan sosial budaya.

Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sophie Kemkhdaze mengatakan berdasarkan studi ditunjukkan bahwa Asia Tenggara merupakan wilayah dengan kontribusi kebocoran plastik di laut dengan sumbangsih terbesar.
“UNDP berharap bahwa EPPIC dapat berkontribusi untuk menurunkan angka tersebut melalui munculnya solusi-solusi inovatif, pengembangan dan replikasinya,” ujar Sophie.

Baca : Meningkat, Setiap Hari Sekitar 301 Orang yang Tolak Galon Sekali Pakai

Diketahui dari riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) disebutkan bahwa ada sekitar 268,740-594,558 ton sampah plastik yang masuk ke perairan Indonesia tiap tahunnya. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI memperkirakan nilai kasar potensi laut Indonesia sampai Maret 2019 senilai Rp1.772 triliun. Besarnya potensi nilai laut menjadikan Indonesia harus memiliki perhatian khusus terhadap kondisi laut.

“Dari EPPIC 2020 sebelumnya di Vietnam dan Thailand, kita sudah melihat solusi yang ditawarkan oleh berbagai startup, LSM, dan akademisi yang berasal dari negara-negara ASEAN. Tahun ini, kami berharap dapat melihat kontribusi yang lebih banyak lagi untuk menyelesaikan masalah-masalah polusi plastik laut yang ada di Indonesia dan Filipina,” kata Sophie dalam keterangan tertulisnya.

Ia menyatakan kegiatan bersama itu tidak hanya akan meningkatkan kekuatan kawasan ASEAN, tetapi juga kemitraan multilateral di kawasan ASEAN.
Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar, menyatakan pemerintah Indonesia telah mengambil langkah pengurangan sampah dan sampah plastik dari hulu hingga hilir.
“Kami tentunya sangat mengapresiasi adanya program EPPIC ini. Permasalahan terkait sampah memang selama ini sudah menjadi permasalahan yang tidak hanya dihadapi oleh Indonesia atau ASEAN, namun juga seluruh dunia,” ujar Novrizal. [LN-04]

Limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com || 08161408154

Limbahnews.com adalah media online tentang limbah, solusi persampahan, dan seputar industri/teknologi terkait pengelolaan limbah/sampah untuk mendukung ekonomi sirkular. Selain menjadi sumber informasi, Limbahnews juga melayani berbagai jasa, seperti komunikasi dan promosi teknologi mengatasi limbah/sampah, konsultasi sistem daur ulang, pengembangan industri pengolahan, penguatan brand/merek/citra produk terkait solusi limbah, dan berbagai kerja sama lainnya.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...