Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Vietnam Mulai Lirik Kredit...

Jakarta, Limbahnews.com - Konsep kredit plastik dalam mengurangi limbah dari plastik terus digulirkan...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Danone AQUA-Veolia Bangun Pabrik...

Dokumentasi pencanangan pabrik (Ist)Pasuruan, Limbahnews.com - Pabrik daur ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)...

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...
BerandaKomunitas8 Universitas di...

8 Universitas di Indonesia dan Eropa Berkolaborasi Atasi Limbah Makanan

Jakarta, Limbahnews.com – Dalam mengatasi persoalan manajemen limbah makanan, 8 perguruan tinggi dari Indonesia dan Eropa melakukan kolaborasi. Adapun, kolaborasi dilakukan dengan pembentukan konsorsium untuk memikirkan dan menjawab tantangan sosial tersebut.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong menyambut baik kerja sama sejumlah universitas di dalam dan luar negeri untuk persoalan limbah sampah.

“Target nasional kita di 2025, kita ingin mengurangi sekitar 30 persen dari penggunaan sampah. Kita juga punya target untuk mengatur sampah 70 persen di 2025,” terang dia dalam webinar Resolving Societal Challenge: Interdisciplinary Approach Towards Fostering Collaborative in Food Waste Management, belum lama ini.

Perguruan tinggi yang tergabung dalam kolaborasi mengatasi masalah limbah meliputi Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Katolik Parahyangan, Ghent University, Tempere University, Binus University, Universitas Prasetya Mulia, Universitas Ma Chung dan Hotelschool The Hague.

Ilmuwan dan akademisi yang tergabung ini diharapkan menciptakan terobosan inovatif dalam mentata limbah makanan di lingkungan dengan pendekatan intensif antarpihak bersangkutan.
Adapun, proyek ini disponsori European Union melalui program internasional Erasmus+ CBHE. Peluncuran program ini telah dilakukan dengan mempertemukan para tokoh, seperti The Ambassador of European Union to Indonesia and Brunei Darulsalam Vincent Piket, Rektor Universitas Katolik Parahyangan Mangadar Situmorang dan Vice-Rector Ghent University, Mieke Van Herreweghe.

Event ini akan menandai kolaborasi 8 universitas di Eropa dan Indonesia, tidak hanya untuk pengembangan dan penyaluran ilmu oleh Universitas Eropa, tetapi juga bersama-sama untuk menjadi wadah untuk pelaksanaan dan eksplorasi ilmu tersebut dalam lingkup lingkungan, khususnya isu food waste dan kekurangan pangan masih menjadi permasalahan dunia.
Proyek ini akan dilaksanakan dalam 3 tahun dan akan terbagi dalam kegiatan studi lokal di Indonesia mengenai manajemen food waste. Puncaknya adalah integrasi pengetahuan food waste management dalam kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui partisipasi lokal 5 universitas di Jakarta, Bandung dan Malang, seperti ditulis Jawapos, program ini diharapkan menjangkau dan menyebar di seluruh pulau Jawa. Adapun, dalam peluncuran juga terdapat pembicara dari para ahli. Mulai dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong dengan pembahasan Fighting Food Waste in Indonesia: Facts and Challenges lalu Jelle Soldien dari Ghent University dengan membahas Empowering People in order to Tackle Sustainability Problems.
Selain itu, juga ada Elina Narvanen dari Tempere University dengan Managing the Wicked Problem of Food Waste. Terakhir adalah Annne De Visser-Amundson dari Hotelschool The Hague dengan membahas Integrated and Interdisciplinary Education to Fight Societal Challenges such as Food Waste. [LN-04]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...