Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...
BerandaKebijakanTurunan UU Cipta...

Turunan UU Cipta Kerja, UMKM Mendapatkan Pendampingan Amdal

Jakarta, Limbahnews.com – Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) No. 11/2020 tentang Cipta Kerja. Salah satu aturan itu mengatur pembuatan dan izin terkait analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Bagi UMKM, pembuatan Amdal mendapatkan pendampingan dari pemerintah.

Ketua Tim Serap Aspirasi (TSA) UU Cipta Kerja Franky Sibarani di Jakarta, Selasa (5/1/2021), mengatakan aturan Amdal tetap ada dan diperlukan. Pihaknya menerima berbagai masukan terhadap berbagai aturn pelaksana atau turunan dari UU Cipta Kerja, termasuk RPP Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dikatakan, Amdal untuk UMKM juga tetap diberlakukan dengan mendapatkan pendampingan pemerintah. “Pemerintah memberi pendampingan dan bantuan proses penyusunan Amdal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, RPP Pengelolaan Lingkungan Hidup masuk dalam tiga besar mendapatkan masukan dari berbagai kalangan. Adapun sejak 1 Januari 2021, RPP Pengelolaan Lingkungan Hidup mendapatkan 63 poin aspirasi. Untuk urutan pertama yang paling banyak mendapatkan masukan adalah RPP Pos Telekomunikasi dan Penyiaran sebanyak 153 poin aspirasi. Kemudian diikuti RPP Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM sebanyak 70 poin aspirasi.

“Ini artinya masyarakat memberi perhatian pada RPP ini. Kami telah bertemu dengan berbagai pihak atau stakeholder dalam mendapatkan masukan tersebut,” jelas mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini.

Sebelumnya, salah satu tim penyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pelaksanaan UUCipta Kerja San Afri Awang menyebutkan UU Cipta Kerja mempermudah dan mempercepat proses izin Amdal namun tidak menurunkan standar penilaian.
“UU Cipta Kerja ini untuk menyedehanakan tapi tidak menurunkan kualitas penilaian Amdal. Jadi, izin dan penyerapan tenaga kerja bisa lebih mudah,” katanya dalam sebuah diskusi akhir tahun 2020 lalu.

Dia menjelaskan birokrasi yang panjang dan lama mendapatkan izin Amdal selama ini dikeluhkan para pelaku usaha. Untuk itu, dalam RPP Pelaksanaan UU Cipta Kerja bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup bisa menyederhanakan dan mempercepat Amdal tersebut. Dalam RPP tersebut terdapat tiga fokus bahasan utama, meliputi lingkungan, ekonomi dan sosial-ekonomi masyarakat.

Seperti diketahui, TSA terus berupaya menampung masukan dan aspirasi dari berbagai pihak terkait RPP dan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) hingga tahap terakhir yakni 15 Januari 2021.
Adapun masukan atau aspirasi masyarakat untuk RPP atau RPerpres masih dapat dilakukan melalui laman https://uu-ciptakerja.go.id, kemudian melalui bit.ly/tsakirimaspirasi, melalui surat elektronik di timserapaspirasi@ekon.go.id atau ke kantor TSA di Gedung Kantor Pos Besar Lantai 6, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

TSA merupakan tim independen yang bertugas menyerap aspirasi publik terkait substansi dan muatan dari RPP dan RPerpres sebagai aturan turunan UU Cipta Kerja. [LN-03]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...