Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...

Mountrash Punya ATM Sampah,...

Jakarta, Limbahnews.com - Kreativitas dan upaya mencari solusi atas sampah terus berkembang. Bank...
BerandaBisnisINOV Yakin Industri...

INOV Yakin Industri Daur Ulang Plastik Membaik pada 2021

Jakarta, Limbahnews.com – Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF) yakni PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) optimistis industri daur ulang sampah botol plastik akan membaik pada tahun 2021. Hal ini didukung dengan tren peningkatan terhadap permintaan produk-produk untuk keperluan rumah tangga.

Victor Choi, Direktur PT Inocycle Technology Group Tbk mengungkapkan, tren penjualan produk turunan INOV yaitu peralatan rumah tangga (homeware) naik cukup signifikan dan memang terdapat potensi yang sangat positif untuk masa mendatang.

Menyikapi peluang tersebut, INOV akan terus mengembangkan produk-produk homeware ini. Ke depan, INOV akan melakukan diversifikasi untuk produk homeware, salah satunya dengan memproduksi kain bulu sintetis.

INOV melihat potensi permintaan ekspor untuk produk homeware sangat menjanjikan, mengingat di luar negeri minat masyarakat sudah berpindah untuk mulai menggunakan barang-barang dari hasil daur ulang. Hingga kuartal III-2020, penjualan produk homeware INOV tercatat sebesar Rp 40,9 miliar atau naik 123,4% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 18,3 miliar. Produk turunan INOV lainnya yaitu produk bukan tenunan (non-woven) membukukan penjualan sebesar Rp 67,9 miliar atau naik14,9% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 59,1 miliar.

Dalam laporan keuangan kuartal III-2020, INOV mencatatkan penjualan sebesar Rp 378,3 miliar dan laba kotor mencapai Rp 61,9 miliar. Sepanjang tahun 2020, INOV sedang fokus memperkuat pasokan sampah botol plastik dengan membangun pabrik pencucian botol atau washing facility di Medan dengan kapasitas produksi mencapai 500 ton per bulan.
Ia menambahkan, washing facility di Medan sudah mulai beroperasi secara komersil sejak September 2020, dan sedang dibangun pabrik non-woven dengan kapasitas produksi 300 ton-500 ton per bulan.

Selain itu, INOV juga berencana untuk menjangkau Pulau Sulawesi dengan mendirikan washing facility di Makassar yang akan mulai dibangun pada tahun 2021.

Upaya memperkuat rantai pasok juga dilakukan INOV dengan merambah dunia digital. Melalui anak usaha yaitu PT Plasticpay Teknologi Daurulang, INOV mengembangkan aplikasi bernama PlasticPay yang ditujukan untuk menjaga pasokan sampah botol plastik langsung dari penggunanya.

Kehadiran PlasticPay diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, sekaligus mengubah cara pandang masyarakat bahwa botol plastik yang sudah digunakan masih memiliki nilai yang tinggi.

“Di samping untuk mengamankan rantai pasok, pengadaan washing facility dan pengembangan aplikasi PlasticPay merupakan upaya INOV untuk meningkatkan rata-rata daur ulang (recycling rate) di Indonesia,” papar Victor.

Melalui upaya tersebut, INOV turut mendukung gerakan Pemerintah Indonesia yang bertekad untuk mengurangi sampah plastik ke laut sebesar 70% pada tahun 2025 melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pendekatan circular economy. [LN-05]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...