Rabu, Juli 24, 2024

Creating liberating content

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Pelaku Industri Kimia dan...

Jakarta, Limbahnews.com - Pelaku industri plastik yang tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin, Aromatik...
BerandaTeknologiRPTRA Sedekah Minyak...

RPTRA Sedekah Minyak Jelantah, Kuningan Barat Garap ‘Kampung Tersenyum’

Jakarta, Limbahnews.com – Pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kamal Bahari, Jakarta Utara memulai program sedekah minyak jelantah dengan layanan jemput bola atau mendatangi rumah warga.
“Enam petugas RPTRA membuka layanan jemput bola terhadap pemilik minyak jelantah se-Kelurahan Kamal Muara,” kata Pengelola RPTRA Kamal Bahari, Suryadi di Jakarta, pekan lalu.

Dikatakan, pengelola membagikan botol plastik bekas sebagai penampungan yang terkumpul di bank sampah RPTRA Kamal Bahari kepada kader, pengurus RT/RW maupun warga setempat.
Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang minyak jelantah ke saluran air. Pengelola meminta warga untuk mengumpulkan minyak jelantah dan dijemput untuk dikumpulkan di RPTRA.

Sementara itu, Pengawas Kebersihan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan Priat Teguh Irwanto mengatakan, RPTRA Kamal Bahari merupakan RPTRA perdana di Jakarta Utara yang menjalankan program sedekah minyak jelantah.

Dia menjelaskan, program ini mampu mengumpulkan 180 liter minyak jelantah atau 10 jerigen berkapasitas masing-masing derigen 18 liter. Minyak jelantah yang disumbangkan akan dikoordinir petugas Rumah Sosial Kutub untuk kembali diolah menjadi bahan bakar biodisel.
Diketahui, lebih dari 55 titik program sedekah minyak jelantah beroperasi di wilayah Kecamatan Penjaringan. Titik tersebut beragam mulai dari kantor kelurahan, kantor kecamatan, musala, gereja, hingga lingkungan pengurus RT/RW.

Secara terpisah, Lurah Kuningan Barat Agus Muharam menyatakan wilayahnya mulai menjalankan program dari Gubernur DKI Jakarta, yaitu ‘Kampung Tersenyum’. Tersenyum sendiri merupakan singkatan dari Terima Sedekah Minyak Jelantah Untuk Masyarakat. Dalam hal ini, program ‘Kampung Tersenyum’ merupakan kolaborasi antara

Pemerintah Kota Jakarta Selatan dengan Yayasan Rumah Kutub Sosial. Kelurahan Kuningan Barat beserta Yayasan Rumah Kutub Sosial, kader PKK, pedagang UMKM, dan dasawisma beberapa kali mensosialisasikan sedekah minyak jelantah tersebut. Salah satunya di Ruang Aula Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada akhir September lalu.

Melalui ‘Kampung Tersenyum’, setiap warga yang memiliki satu jerigen berkapasitas 18 liter akan diuangkan sebesar Rp 60 ribu dan dibayarkan oleh Rumah Sosial Kutub. Dana sosial hasil pengelolaan minyak jelantah ini dibagi sebesar 60 persen untuk masyarakat dan 40 persen sisanya untuk yayasan.

Tujuan program Kampung Tersenyum ini adalah untuk mengurangi limbah rumah tangga yang dapat merusak lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah untuk dikelola menjadi dana pelaksanaan program sosial. Selain itu, menurut Agus Muharam, program ini juga dapat meningkatkan ekonomi warganya di masa pandemi Covid-19.

“Program ini akan difokuskan ke pemukiman padat penduduk yang tersebar di beberapa RW Kelurahan Kuning Barat. Sementara ini, saya akan mengoptimalkan ibu PKK, RT, dan RW selaku motivator, karena mereka cukup militan dan bisa dijadikan pilot,” ungkap Agus. [LN-04]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...