Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...
BerandaBisnisInvestasi Plastik Ramah...

Investasi Plastik Ramah Lingkungan, CJ Indonesia Bangun Pabrik Rp 2,1 T

Jakarta, Limbahnews.com – PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik yang memproduksi Cysteine dan pengembangan produk plastik ramah lingkungan dengan total senilai 150 juta dolar AS (sekitar Rp 2,1 triliun).
Komitmen investasi perusahaan asal Korea Selatan itu ditandatangani langsung oleh Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Imam Soejoedi dengan Presiden Direktur PT CJ Indonesia Shin Hee Sung di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

“CJ adalah investor yang loyal di Indonesia. Selalu mengembangkan usahanya dan jadi motor penggerak perekonomian di berbagai wilayah di Indonesia. Terima kasih kepada CJ dan jajarannya yang terus bekerja keras meningkatkan investasi, menambah usaha, meningkatkan ekspor yang ujungnya menambah tenaga kerja, juga berkontribusi terhadap neraca perdagangan,” kata Imam Soejoedi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

CJ Indonesia tengah membangun pabrik terbaru yang akan memproduksi Cysteine dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 ton/tahun dan total investasi senilai 100 juta dolar AS. Investasi itu akan menyerap 150 tenaga kerja Indonesia dan bermitra dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam penyediaan suplai bahan baku.

Sampai dengan saat ini, kesiapan tahap konstruksi pabrik Cysteine tersebut telah mencapai 90 persen dan diperkirakan akan memulai produksi dan ekspor pada akhir tahun 2020 ini.
Rencananya pada Januari 2021, 100 persen hasil produksi akan diekspor ke beberapa negara yang ada di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

Selain itu, CJ Indonesia juga akan mulai mengembangkan produk baru ramah lingkungan yaitu polyhydroxyl-alkanoate (PHA) yang dapat menghasilkan 100 persen plastik ramah lingkungan (biodegradable). Total investasi pada bidang ini mencapai 50 juta dolar AS dengan target produksi mencapai 5.000 ton/tahun dan ditujukan untuk pasar ekspor.
Imam, seperti dilansir Antara, menambahkan industri berorientasi ekspor merupakan salah satu investasi prioritas pemerintah Indonesia.

“CJ memiliki kapasitas, kapabilitas yang diakui seluruh dunia. Produk-produknya diterima di seluruh dunia, mulai dari bio, hiburan, makanan, pakan ternak, dan lainnya. Untuk itu kami meminta CJ untuk bisa memberikan, mengakomodasi, dan berkolaborasi dengan perusahaan lokal di daerah. Kami akan bantu,” kata Imam.

Presiden Direktur PT CJ Indonesia Shin Hee Sung dalam sambutannya, berharap pabrik baru itu akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia di tengah kondisi pandemi ini.
PT CJ Indonesia telah mengawali bisnisnya sejak tahun 1988 dan kini telah memiliki enam jaringan bisnis yaitu bioteknologi, makanan, pakan ternak, logistik, bioskop, dan toko roti.
Total investasi bisnis PT CJ Indonesia mencapai 1,6 miliar dolar AS dengan total 15.000 orang karyawan yang tergabung dalam seluruh grup bisnisnya. [LN-05]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...