Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...

Setelah Covid-19, Ekonomi Indonesia...

Limbahnews.com - Kita semua sedang dilanda kecemasan atas wabah Coronavirus of Disease 2019...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...
BerandaTeknologiAPSI dan BPPT...

APSI dan BPPT Kerja Sama Olah Sampah Plastik Multilayer

Jakarta, Limbahnews.com – Sampah plastik yang sudah banyak didaur ulang adalah jenis polyethylene terephthalate (PET) atau yang dibiasa digunakan untuk botol kemasan minuman. Namun, ada juga plastik jenis plastik yang belum banyak didaur ulang yakni multilayer atau yang bisa dikenal sebagai sachet atau pembungkus minuman dan makanan instan atau beberapa produk lainnya. Hal itu bisa dilihat dari kemasan plastik multilayer bekas konsumsi masyarakat seperti shacet kopi instan, sampo, makanan ringan dan pembungkus lainnya yang banyak menumpuk.

Berangkat dari kondisi tersebut, Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) bekerja sama dengan Balai Teknologi Polimer-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mengurangi sampah multilayer.

Dalam keterangan tertulis APSI yang diterima Limbahnews, Kamis (19/11/2020), menyebutkan kedua pihak telah menandatangani kesepakatan yang dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal kerja sama.

Ketua Umum APSI Saut Marpaung menjelaskan langkah itu dilakukan agar persoalan sampah multilayer bisa diolah dan dimanfaatkan lagi. Hal itu mengingat sampah multilayer masih sangat banyak dan upaya yang dilakukan selama ini dengan dibakar terbuka oleh masyarakat justru mencemari lingkungan.

“Kerja sama ini untuk mencari solusi atas persoalan sampah multilayer yang minim didaur ulang,” kata Saut.

Baca : Polemik “Multilayer”, Keamanan dan “Waste Management”

Dikatakan, kerja sama dilakukan melalui riset dan edukasi yang berkelanjutan. Hasil riset internal BPPT dan APSI menyebutkan sampah plastik shacet kemasan multilayer pungutan (post consumer) secara teknis bisa didaur ulang.

“Bisa diolah dan dibentuk menjadi berbagai produk bermanfaat di antaranya perabotan rumah tangga. Tentu saja hasil riset ini berpotensi dikembangkan menjadi skala masal untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di negara kita,” jelasnya.

Dikatakan, sesuai regulasi Permen LHK No P.75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah Oleh Produsen, diharapkan ke depan desain kemasan akan semakin ramah untuk daur ulang. APSI mendorong para produsen pemilik merek mulai menyiapkan dokumen peta jalan dalam menuntaskan masalah sampah kemasandi Indonesia.

Hal itu juga sebagai pertanggungjawaban agar para produsen dan perusahaan besar yang memproduksi multilayer dalam berbagai merek dan ukuran agar. [LN-04]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...