Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...
BerandaKasusSepanjang 2020 DLH...

Sepanjang 2020 DLH Cianjur Keluarkan 18 Surat Peringatan

Cianjur, Limbahnews.com – Sepanjang tahun 2020, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur, Jawa Barat, melayangkan surat peringatan untuk 18 perusahaan di wilayah tersebut karena masih bermasalah terutama terkait izin Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), bahkan dua perusahaan di antaranya dilakukan penutupan.

Sekretaris DLH Cianjur, Sugeng Supriyatno di Cianjur, belum lama ini, mengatakan sebagian besar dari perusahaan tersebut belum memiliki izin IPAL sehingga mendapat surat peringatan dari DLH Cianjur. Untuk itu perlu segera dilengkapi dan jika dalam batas waktu yang sudah disepakati tidak juga mengajukan, akan dikenakan sanksi tegas.
“Dua perusahaan di Kecamatan Cikalongkulon, terpaksa dilakukan penutupan karena tidak mengindahkan surat peringatan yang sudah kami layangkan. Penutupan kami lakukan pertengahan tahun,” ungkapnya.

Kepala Seksi Penegakan Hukum Lingkungan DLH Cianjur, Dindin Solihin, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memberikan surat peringatan tertulis terhadap perusahaan yang belum menyelesaikan izin IPAL, perusahaan tersebut tersebar di Kecamatan Mande, Cikalongkulon, Ciranjang dan Kecamatan Sukaluyu.
Surat tersebut, ungkap dia, menegaskan agar perusahaan, segera melengkapi izin atau dikenakan sanksi hingga penyegelan dan penutupan usaha, jika dalam batas waktu yang sudah disepakati tidak ada kemajuan atau proses izin tidak ditindaklanjuti.

“Tercatat sudah 18 perusahaan di empat kecamatan yang masih bermasalah, dua perusahaan sudah lakukan penutupan pada pertengahan tahun karena tidak menjalankan apa yang sudah kami peringatkan melalui surat,” ujarnya.

Pihaknya akan memberi waktu pada perusahaan untuk memperbaiki IPAL terhitung 6 bulan hingga maksimal satu tahun sejak surat peringatan diterima. Bahkan pihaknya telah memberikan tiga kali surat peringatan terhadap perusahaan yang belum merealisasikan permintaan dinas.

“Kami akan melakukan penutupan saluran pembuangan limbah secara paksa, jika sampai batas waktu, tidak juga diselesaikan pihak perusahaan. IPAL ini sangat penting karena terkait langsung dengan Undang Undang Lingkungan Hidup dan kelestarian lingkungan di mana perusahaan berada,” katanya. [LN-06]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...