Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...
BerandaTeknologiAtasi Sampah, Pemkot...

Atasi Sampah, Pemkot Tangerang Optimalkan Biomassa

Tangerang, Limbahnews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang diminta segera berinovasi mengurangi jumlah volume sampah yang memadati Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Rawa Kucing, Tangerang. Setiap hari kapasitasnya makin berkurang dan berimbas pada volume sampah yang terus naik. Salah satu yang bisa dilakukan dengan inovasi biomassa untuk mengatasi masalah sampah tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat berkunjung ke TPAS Rawa Kucing, Kawasan Neglasari, Kamis (22/10/2020).
“Saat ini tengah berupaya mengembangkan teknologi biomassa untuk mengatasi masalah sampah di Kota Tangerang. Jadi dari sampah-sampah organik itu dimanfaatkan kembali untuk bisa mengembangan energi yang terbarukan,” ungkap Arief.

Dia menjelaskan inovasi ini bermula ketika banyak sampah-sampah dari pasar tak termanfaatkan dan dibuang begitu saja. Setelah dilakukan pengujian oleh DLH, hasilnya dapat mengurangi sampah pasar hingga 90 persen. Kemudian, sampah organik lainnya seperti daun mencapai 40 persen.

“Mudah-mudahan menjadi solusi mengurangi sampah, selain juga yang ada di TPA Rawa Kucing. Dan untuk menyukseskan inovasi biomassa ini, kita memprioritaskan sampah organik karena memiliki volume karbon yang tinggi sehingga energi yang dihasilkannya tinggi,” lanjutnya.

Sebelumnya, DLH juga sudah melakukan ekperimen mencampurkan sampah organik dengan anorganik. Namun hasilnya tidak memuaskan. Dalam realisasinya Pemkot Tangerang akan menggandeng masyarakat.

“Ternyata pembakaran energinya lebih pendek jadi intinya kita coba disini berbagai eksperimen. Baik sampah-sampah full organik mau pun yang mix dengan yang anorganik mudah mudahan ini bisa jadi solusi ke depannya untuk megatasi sampah perkotaan. Nanti kita coba berdayakan temen-temen LH melalui program kampung iklimnya itu yang sampah organik bisa sebagai kompos, biomasa yang anorganiknya bisa punya nilai jual,” pungkas Arief.

Sebagai informasi, inovasi biomassa dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati. Bahan tersebut dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial. Umumnya proses biomassa merujuk pada materi tumbuhan yang dipelihara yang digunakan sebagai biofuel. Namun dapat juga mencakup materi tumbuhan atau hewan untuk produksi serat, bahan kimia, atau panas. Dengan memanfaatkan tekhnologi ini, diharapkan masalah penumpukan sampah di TPAS Rawa Kucing akan teratasi sehingga volume sampah yang ditampung semakin banyak. [LN-04]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...