Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...
BerandaKebijakanMendesak, Pembentukan Badan...

Mendesak, Pembentukan Badan Persampahan Nasional

Ilustrasi impor sampah plastik (Ist)

Jakarta, Limbahnews.com – Sampah secara nasional membutuhkan solusi yang tepat dan cepat agar persoalan ini bisa diatasi. Selain dukungan regulasi, koordinasi lintas sektoral baik pemerintah, swasta dan masyarakat juga sangat diperlukan. Keberadaan badan persampahan nasional bisa menjadi salah satu upaya mempercepat solusi tersebut.

Gideon W Ketaren selaku pendiri aplikasi pengelolaan sampah Mountrash berharap badan pengelolaan sampah tersebut bisa menembus berbagai kendala dalam persoalan sampah. Badan tersebut menjadi pusat koordinasi yang didukung dengan regulasi sehingga bisa menjangkau berbagai sektor terkait.
“Keberadaan badan atau sejenisnya agar memudahkan koordinasi di tengah kesibukan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Juga bisa melibatkan banyak pihak yang terlait langsung dengan solusi atas sampah secara nasional,” jelas CEO PT Mountrash Avatar Indonesia ini.

Dikatakan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah belum berjalan efektif sehingga perlu terobosan atau alternatif agar amanat undang-undang itu bisa dijalankan.
Salah satunya, sesuai Pasal 44 UU No 18/2008, pemerintah daerah harus membuat perencanaan penutupan tempat pemrosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama satu tahun sejak beleid itu berlaku.

Baca : Didukung Bank DKI, Ansor DKI Gelar Pelatihan Bank Sampah Mountrash

Selain itu, pemerintah daerah harus menutup tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama lima tahun sejak UU itu berlaku.
“Sekarang sudah 12 tahun berlalu tidak satupun TPA open landfill yang ditutup. Bahkan, terus diperluas arealnya dan ditingkatkan terus anggarannya. Ini jelas-jelas melanggar konstitusi kita,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/8).

Dia menegaskan bahwa pasal 44 tersebut baru satu sisi yang harus dipenuhi dan ternyata tidak mudah. Apalagi, masih banyak aspek lain yang harus diselesaikan agar kebijakan yang sudah dibuat pemerintah bisa dijalankan.
Secara khusus, Gideon memberi apresiasi atas berbagai langkah yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo bersama jajarannya dalam mengatasi sampah. Namun, komitmen dan perhatian tersebut harus didukung dengan berbagai langkah strategis.

“Kita tahu Pak Joko Widodo sangat visioner terkait industri 4.0, termasuk tata kelola persampahan nasional. Inilah yang perlu dipercepat dengan keberadaan badan tersebut agar dengan sisa masa pemerintahan sekarang bisa diupayakan solusi yang menyeluruh,” jelasnya.

Gideon menegaskan bahwa saat ini merupakan 5G yang sebentar lagi bisa berkembang 6G atau 7G dst. Lalu ditambah perkembangan AI dan robotic yang sangat cepat dapat mendukung tata kelola persampahan tanpa adanya TPA landfill terbuka.

“Drone bisa dipakai angkut sampah perumahan dengan cepat, efektif dan efisien, robot memilah sampah tanpa takut terinfeksi Covid-19 serta semua warga bisa mengakses sampahnya ke industri Artri (3R), bisa reuse, recycling dan otomatis reduce sampah ke zero waste. Inilah yang menjadi visi saya sebagai founder Mountrash,” kata Gideon.

Baca : Tipping Fee Sampah Disorot KPK, Benarkah Ada Korupsi?

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dalam berbagai kesempatan terus mendorong agar persoalan sampah harus diselesaikan. Apalagi, Indonesia menjadi negara yang mendapat sorotan karena masih banyak yang harus diatasi dalam urusan sampah.

“Kita harus mendukung upaya pemerintah. Selama lima tahun menekuni dunia persampahan ini telah mendorong kami bersama komunitas untuk mempercepat solusi atas sampah,” jelas alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. [LN-03]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...