Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...

Indonesia Luncurkan Bursa Karbon,...

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Bursa Karbon pada hari Selasa lalu (26/9/23) ....

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...
BerandaKasusLarangan Penggunaan Plastik...

Larangan Penggunaan Plastik Membuat Ekonomi Kian Sulit

Ilustrasi sampah plastik (Ist)

Jakarta, Limbahnews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang pelarangan kantong plastik yang berlaku di DKI Jakarta mulai 1 Juli 2020 ini. Wakil Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) Justin Wiganda mengatakan melarang penggunaan plastik bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan sampah plastik.

“Larangan ini justru akan menimbulkan banyak masalah yang akan berimbas menurunnya pembelian dan belanja masyarakat. Berlanjut ke kondisi ekonomi masyarakat kecil, UMKM, peritel dan pusat belanja yang membuat perkonomian semakin sulit,” ungkap Justin belum lama ini.

Menurut dia, pelarangan plastik merugikan para pelaku UMKM di bidang makanan. UMKM yang bergerak di bidang makanan ada ratusan ribu, plastik yang digunakan justru ramah lingkungan karena bisa didaur ulang menjadi tali rafia atau pun sedotan. Pada dasarnya, semua sampah plastik bisa didaur ulang meski tidak semuanya memiliki nilai ekonomis.

Baca : Lima Perusahaan di Cilegon Peringkat Merah Proper KLHK

Justin mengatakan keberadaan plastik sangat tidak mungkin untuk dihindari. Pasalnya, plastik sangat mendukung hampir semua kebutuhan pokok masyarakat, sejumlah bahan pokok seperti minyak dan beras hanya bisa dikemas dengan bahan plastik. “Untuk menjaga kualitas rasa, harus dikemas dengan plastik. Bahan plastik adalah alat kemas satu-satunya yang bisa menjaga kualitas makanan dalam waktu lama,” ungkap Justin.

Dikatakan, penyebab utama permasalahan sampah plastik di Indonesia yaitu manajemen pengelolaan sampah yang masih buruk. Pemerintah belum sepenuhnya menerapkan penyortiran sampah. Banyak sampah plastik yang tidak bisa di daur ulang atau daya ekonomisnya rendah karena sudah terkontaminasi dengan sampah lainnya sehingga menjadi tidak higienis, pemilahan sampah baru terlaksana karena ada aktivitas para pemulung. “Kita butuh dukungan pemerintah bagaimana daur ulang bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pendiri aplikasi pengelolaan sampah plastik Mountrash Gideon W Ketaren. Menurut jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini bahwa pelarangan kantong plastik merupakan hal yang positif dari sisi ekologis dan perilaku masyarakat. Namun di sisi lain, membunuh usaha kecil daur ulang plastik.

“Ini sangat dilematis, tetapi apapun kebijakan pemerintah harus disertai dengan langkah konkrit dalam implementasinya. Demikian juga pemerintah harus segera melakukan transformasi usaha daur ulang menjadi usaha lainnya,” tegasnya.

Dijelaskan, Mountrash sendiri merupakan platform pengepulan sampah (plastik, kertas, kain, organik, dll) yang semuanya akan bermasalah jika tidak dikelola dengan baik. Contohnya sedotan plastik dilarang dan gantinya menggunakan bahan kertas yang di-laminating plastik.

“Berapa pohon yang akan ditebang untuk memproduksi 10 miliar sedotan setiap tahun. Lalu bagaimana proses daur ulangnya,” ujar CEO dari PT Mountrash Avatar Indonesia ini.

Baca : Didukung Bank DKI, Ansor DKI Gelar Pelatihan Bank Sampah Mountrash

Jadi, kehadiran aplikasi Mountrash justru membenahi tata kelola yang selama ini menjadi persoalan dari sampah plastik. Selain menyelamatkan lingkungan, ada manfaat ekonomi bagi para pelaku yang terlibat dalam aplikasi tersebut. [LN-02]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...