Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...
BerandaKebijakanLima Perusahaan di...

Lima Perusahaan di Cilegon Peringkat Merah Proper KLHK

Ilustrasi lahan yang tercemar limbah (Ist)

Cilegon, Limbahnews.com – Sebanyak lima perusahaan di Kota Cilegon masuk peringkat merah dalam pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan Program Penilaian Peringkat (Proper) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutahan (KLHK) tahun 2018-2019.

Penilaian peringkat merah setelah melalui proses evaluasi terhadap ketaatan perusahaan pada sejumlah peraturan seperti pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), pengendalian pencemaran lingkungan (laut, air dan udara) maupun perlindungan keanekaragaman hayati yang masih belum optimal dan tak sesuai dengan perundangan.

Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan pemerintah daerah perlu turun tangan dalam menyikapi hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bernomor SK.1049/MENLHK/SETJEN/PKL.4/12/2019 tersebut.

“Kalau memang harus kita proses, ya kita akan proses. Konkretnya kita akan memintai keterangan juga ke perusahaan melalui PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) kita,” ujarnya, Minggu (5/7).

Untuk diketahui, dalam surat keputusan tersebut dijelaskan bahwa terdapat 303 perusahaan di seluruh Indonesia yang masuk peringkat merah. Sementara kelima perusahaan di Kota Cilegon yang memperoleh peringkat merah itu yakni PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), PT Dover Chemical, PT Standar Toyo Polymer (Statomer), PT Unggul Indah Cahaya, Tbk dan PT Cerestar Flour Mills.

“Nanti akan kita tindak lanjuti, enggak masalah. Karena kan pengawasan itu sebenarnya bukan ada pada kita di daerah, tapi dengan hasil keputusan demikian kan kita juga tidak mau dampaknya ke lingkungan di daerah. Makanya PPNS kita juga perlu tahu,” terangnya.

Seperti diketahui, Proper KLHK mempunyai sejumlah kategori, yakni:

a) Emas adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksiatau jasa, melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

b) Hijau adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara efisien dan melakukan upaya tanggung jawab sosial dengan baik.

c) Biru adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d) Merah adalah upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan belum sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

e) Hitam adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian yang mengakibatkan pencemaran atau kerusakan lingkungan serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak melaksanakan sanksi administrasi. [LN-04]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...