Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...
BerandaTeknologiSoal Limbah Medis...

Soal Limbah Medis di Bekasi, Aturan Harus Ditegakkan

Ilustrasi pengecekan kualitas air yang tercemar limbah (Artalab.id)

Bekasi, Limbahnews.com – Tindak lanjut penanganan limbah medis yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, harus diperjelas. Penegakkan hukum atas tindakan yang membahayakan tersebut harus dilakukan segera agar terungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Kita sangat berharap jajaran yang terkait dan para penegak hukum bisa menindaklanjuti informasi dan temuan yang sudah banyak diberitakan soal limbah medis di TPA Sumurbatu,” kata Sekretaris Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) Jawa Barat Chris Pasaribu di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Dikatakan, tindakan membuang limbah medis atau sampah mempunyai dampak lingkungan yang cukup besar. Apalagi, pada masa pandemi Covid-19 ini, semua limbah yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan wabah tersebut harus dikelola secara ketat sesuai aturan yang ada.
“Jangan sampai tindakan membuang limbah medis tidak sesuai aturan itu dibiarkan. Hal itu membahayakan manusia dan lingkungan sekitarnya,” jelas Chris.

Baca : Sosialisasi Amdal Ditolak Warga, Ada Apa dengan PT Givaudan?

Untuk itu, pihaknya sangat mendukung agar langkah hukum harus terus dilakukan kepada pihak-pihak yang diduga membuang limbah tersebut. Hal itu akan memberikan efek jera dan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan pelaku dugaan pembuangan limbah medis serta bahan berbahaya dan beracun (B3) ke Zona IV Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, telah teridentifikasi. Hal tersebut baru dari hasil temuan struk pembayaran dan beberapa resep obat yang mengatasnamakan salah satu rumah sakit (RS) swasta di Kota Bekasi.

Baca : Setelah Pelatihan, Bank Sampah Mountrash Diharapkan Bisa Benahi Jakarta

“Dari hasil verifikasi dan inspeksi ke lokasi, terlihat adanya struk pembayaran dan beberapa kertas bekas resep atas nama RS swasta,” ujar Yayan Yuliana, Selasa (8/7).

Sebelumnya, keberadaan limbah tersebut dikabarkan ditemukan oleh jajaran Koalisi Persampahan Nasional (KPNas). Berdasarkan investigasi KPNas pada 4 Juli 2020 masih ditemukan pembuangan limbah medis diduga bekas penanganan Covid-19 di Zona IV TPA Sumurbatu.
“Limbah medis itu bekas sortir dan sisa-sisanya dibuang ke Zona IV tersebut. Sebagian limbah medis itu tercampur dengan sampah biasa. Sebagian masih dalam sejumlah bungkus keresek merah,” ujar Ketua KPNas Bagong Suyoto.

Bagong meminta, pemerintah daerah segera menghentikan pembuangan sampah medis di TPA Sumurbatu karena peraturan melarang hal tersebut. Hal itu terjadi karena tidak ada pemilahan sampah dari tingkat sumber, termasuk kategorial limbah beracun dan berbahaya (B3). Selain itu, pada lokasi tersebut juga tidak ada penampungan khusus limbah medis dan sampah bekas penanganan Covid-19.

Baca : Kaka Slank Dukung Jakarta Bebas Sampah Plastik Sekali Pakai

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan khawatir kalau limbah itu ternyata bekas pemakaian tenaga medis yang menangani pasien orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif Covid-19.

“Semestinya, sisa sampah medis penanganan Covid-19 seharusnya dihancurkan menggunakan insinerator,” ungkapnya pekan lalu. [LN-03]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...