Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Eka Sari Lorena Masuk...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis...

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

Setelah Covid-19, Ekonomi Indonesia...

Limbahnews.com - Kita semua sedang dilanda kecemasan atas wabah Coronavirus of Disease 2019...
BerandaKasusKLHK Akan Musnahkan...

KLHK Akan Musnahkan 901 Kontainer Sampah Impor di Tanjung Priok

Jakarta, Limbahnews.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bakal memusnahkan sebanyak 901 kontainer sampah impor. Sampah-sampah yang saat ini tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok itu merupakan milik PT New Harvestindo International.
Kasus tersebut mencuat setelah Komisi IV DPR RI melakukan sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok dan mendapati ratusan kontainer berisi sampah pada awal tahun 2020.
KLHK kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan atas kasus tersebut. Menurut Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, PT NHI total mendatangkan sebanyak 1.015 kontainer sampah.
Dari jumlah tersebut, hanya 114 kontainer yang mengantongi laporan surveyor (LS). Sedangkan 901 sisanya tidak memiliki izin sehingga akan dimusnahkan oleh KLHK.
“Dari 1.015 kontainer, 114 yang mempunyai LS akan dilakukan pemeriksaan. Lalu 901 kontainer akan dimusnahkan oleh PT NHI dan diawasi KLHK,” ujar Vivien dalam rapat bersama Komisi IV DPR membahas masalah impor sampah ilegal, Kamis (9/7).
Terkait rencana pemusnahan itu, KLHK telah mengantongi Surat Sekretaris Kabinet tentang penyelesaian kontainer impor limbah non-B3 yang masih tertahan di beberapa pelabuhan.
Sepanjang Februari 2019 hingga Mei 2020, selain kasus PT NHI itu, pemerintah juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 1.121 kontainer. Sebanyak 685 kontainer sampah impor dinyatakan memenuhi persyaratan untuk dijadikan bahan baku industri.
“Sementara yang harus reekspor ada 436 kontainer, yang sudah reekspor ada 304, 132 sisanya menunggu persetujuan negara sumber limbah. Tidak mudah juga meminta negara asal untuk bisa menerima kembali kontainer itu,” jelasnya. [LN-04]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...