Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...

Danone AQUA-Veolia Bangun Pabrik...

Dokumentasi pencanangan pabrik (Ist)Pasuruan, Limbahnews.com - Pabrik daur ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...
BerandaKomunitasBantu Pemulung, Ketua...

Bantu Pemulung, Ketua MPR Perlu Dorong Hal yang Lebih Besar

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Menteri Sosial Juliari Batubara menyalurkaan bantuan untuk warga Bekasi beberapa waktu lalu. (Ist)

Jakarta, Limbahnews.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) dan Relawan 4 Pilar MPR RI melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sekaligus menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 250 pemulung, Jumat (3/7).

Dalam mata rantai pengelolaan limbah dan sampah, kata Bamsoet, pemulung merupakan salah satu profesi yang rentan dengan kemiskinan dan penyakit, terlebih pada saat situasi pandemi Covid-19, pemulung menjadi kalangan yang harus mendapat perhatian.
“Pemulung sudah termasuk profesi karena sudah tercatat dalam Badan Pusat Statistik. Pemulung ini dimasukkan dalam kategori pekerja di sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang,” kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut Bamsoet, menjadi pemulung bukan pekerjaan yang hina, justru berkat para pemulung, sisa-sisa sampah yang masih berserakan di jalanan maupun di berbagai tempat bisa dibersihkan.
Bamsoet sebagai ketua dewan pembina sekaligus inisiator GERAK BS mengatakan bahwa sejak pendirian awal tahun 2020, GERAK BS punya misi khusus untuk menggalang solidaritas kemanusiaan sesama anak bangsa.

Baca : Raksasa Rebutan Bahan Baku Sampah Plastik, Perusahaan Kecil Jadi Korban?

Langkah itu, menurut dia, dalam hal menyalurkan bantuan sosial, bantuan kemanusiaan, maupun berbagai bentuk dan upaya lainnya sebagai implementasi semangat nilai luhur Pancasila, khususnya dalam mewujudkan sila ke-2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dan sila ke-3 Persatuan Indonesia.

Terkait dengan itu, beberapa kalangan memberi apresiasi atas upaya memberikan bantuan kepada pemulung tersebut. Namun, mengingat peran MPR yang sangat penting, maka lembaga tersebut harus memprioritaskan berbagai hal strategis terkait dengan keberadaan pemulung. Lebih dari itu, peran MPR justru harus mendorong berbagai kebijakan yang lebih komprehensif dan menanamkan ideologi yang kuat dalam mengatasi persampahan, termasuk di dalamnya terkait pemulung.

“Urusan sampah dan pemulung tidak hanya sekadar membagi sembako. Ada hal yang sangat penting yakni keberpihakan dan kebijakan yang dilandasi dengan ideologi dan visi untuk membangun bangsa Indonesia,” jelas praktisi persampahan dan aktivis lingkungan hidup Titi Nuraini.

Baca : Mountrash Dukung Kerja Sama APSI dan Pemkab Klungkung

Mantan pengurus Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) ini menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi bagian dari revolusi mental. Hal itu mengingat banyak persoalan mendasar dalam memulai mengatasi persoalan sampah, termasuk di dalamnya menempatkan para pemulung sebagaimana mestinya.

Salah satu yang diberi apresiasi adalah upaya membangun revolusi mental mengelola sampah plastik sebagaimana dilakukan oleh Mountrash. Aplikasi tersebut sudah beroperasi mengelola sampah plastik dan sekaligus mengangkat kesejahteraan dari para pelaku usaha yang terintegrasi dalam Mountrash. [LN-02]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...