Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...
BerandaKebijakanKebijakan Larangan Kantong...

Kebijakan Larangan Kantong Plastik di Jakarta Bukan Solusi yang Tepat

Sampah plastik yang siap dikirim untuk diolah lagi, (Limbahnews.com)

Jakarta. Limbahnews.com – Mulai 1 Juli 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai (kantong kresek) di pusat perbelanjaan (mal), toko swalayan, dan pasar tradisional. Larangan yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 itu sebenarnya belum menjadi solusi yang tepat.

Demikian ditegaskan Ketua Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) Saut Marpaung dan pendiri aplikasi pengelola sampah, Mountrash, Gideon W Ketaren secara terpisah, Minggu (28/6/2020).

Dalam pandangan APSI, kebijakan melarang penggunaan kantong plastik tersebut sebenarnya kurang tepat. Hal itu karena tidak menjadi solusi komprehensif dalam upaya mengurangi sampah plastik. APSI justru mendorong perlunya edukasi agar masyarakat menggunakan plastik secara bijak.

“Pada dasarnya kebijakan pemerintah daerah yang melarang kantong plastik itu bukan solusi tepat. APSI lebih mendukung upaya pemerintah mengedukasi masyarakat agar bijak memakai kantong atau produk kemasan,” kata Saut.

Sedangkan Gideon menegaskan perlunya dukungan dari berbagai pihak agar kebijakan yang dikeluarkan tidak bersifat parsial. Untuk itu, kebijakan pelarangan tersebut harus dikolaborasikan dengan para pihak terkait sehingga agenda mengurangi sampah plastik tercapai.

“Kolaborasi pemerintah, pihak swasta, akademisi dan pihak-pihak terkait lainnya harus utuh. Jadi, ada tindak lanjut dari pelarangan tersebut yang melibatkan banyak pihak,” tegas CEO dari PT Mountrash Avatar Indonesia ini.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai (kantong kresek) mulai 1 Juli 2020 mendatang. Kebijakan ini hanya berlaku untuk pusat perbelanjaan (mal), toko swalayan, dan pasar tradisional sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Namun, untuk warung kelontong belum diatur sehingga masih diperbolehkan menggunakan kantong kresek. Dalam jangka panjang, Pemprov DKI akan menerapkan secara bertahap sehingga tidak menutup kemungkinan semua sektor usaha ke depannya akan dilarang menggunakan kantong plastik.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih mengatakan aturan larangan itu diberlakukan untuk mengurangi sampah di Indonesia yang didominasi oleh plastik. Jajaran Pemprov DKI akan berupaya maksimal dalam menerapkan aturan mulai 1 Juli mendatang. [LN-02]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...