Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...
BerandaKasusAwas Infeksi Baru,...

Awas Infeksi Baru, Sampah Medis di Teluk Jakarta Meningkat

Jakarta, Limbahnews.com – Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan perubahan komposisi sampah jenis baru yang masuk ke Teluk Jakarta saat pandemi Covid-19. Adapun jenis baru adalah alat pelindung diri (APD) seperti masker dan pelindung wajah yang bisa menjadi sumber infeksi baru.

Peneliti LIPI Muhammad Reza Cordova di Jakarta, Senin (22/6), menjelaskan pihaknya melakukan studi di dua muara sungai di Jakarta selama pandemi Covid-19, yaitu Cilincing dan Marunda. Kedua muara itu juga menjadi lokasi penelitian jenis sampah pada 2016. Dari kedua kurun waktu penelitian itu, para peneliti menemukan bahwa sampah APD dalam jumlah signifikan di kedua muara tersebut. Dikatakan, dari sebelumnya nihil (kosong) pada Maret-April 2016 naik menjadi 16 persen di periode yang sama pada 2020.

“Datanya memang unik, kalau secara berat dari total keseluruhan sampah sampahnya menurun hampir 30 persenan, tapi jumlah sampahnya meningkat sampai lima persen. Ternyata itu memang disebabkan karena adanya APD yang ditemukan di sampel penelitian kami,” katanya seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan, sampah APD yang ditemukan tim teliti sampah LIPI adalah masker berbahan scuba dan kain, masker bedah, pelindung wajah dan bahkan baju hazmat. Sebelumnya sampah medis yang biasa ditemukan adalah pembungkus obat dan alat kontrasepsi. Demikian juga plastik adalah jenis sampah yang paling banyak masuk ke Teluk Jakarta sebesar 59 persen dari total sampah dengan kebanyakan berupa styrofoam.

Melihat tren sampah APD di lingkungan saat pendemi, dia memperingatkan adanya kemungkinan bisa membawa material penyakit yang bisa ditularkan. Risiko patogen yang menempel pada masker dan hazmat yang menjadi sampah itu berbahaya untuk individu yang membersihkannya, seperti petugas kebersihan.

Secara ekosistem, sampah APD di Teluk Jakarta itu akan memberikan tekanan tambahan untuk ekosistem lingkungan wilayah.
Reza juga mengatakan bahwa sampah masker dan medis yang digunakan dalam kegiatan rumah tangga seharusnya dikelola secara khusus, sesuai dengan edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No 02 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (limbah B3 dan sampah rumah tangga dari penanganan Covid-19).

Selain mengatur limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit, edaran itu juga mengimbau limbah rumah tangga dengan orang dalam pemantauan (ODP), seperti masker dan baju pelindung harus dikumpulkan dalam wadah tertutup dan dipisahkan dari sampah lain untuk dimusnahkan di fasilitas pengolahan limbah B3.
Untuk masker yang digunakan orang sehat, setelah digunakan masker tersebut harus dipotong dan dikemas dengan rapat sebelum dimasukkan ke tempat sampah.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta juga mencatat limbah medis di Jakarta selama bulan April dan Mei 2020 mencapai 409 kilogram. Limbah medis atau sampah infeksius tersebut dari rumah warga, seperti masker bekas, sarung tangan bekas, dan baju pelindung diri.

Kasie Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rosa Ambarsari mengatakan sepanjang periode April-Mei 2020, DLH sudah mengumpulkan 409,28 kg sampah medis. Dengan rincian, periode April sebanyak 202,52 kg dan periode Mei 206,76 kg.

Sampah medis tersebut, dikumpulkan dari lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta. Adapun jumlah sampah medis terbanyak adalah dari Jakarta Selatan. Dengan rincian, pada April sebanyak 38 kg dan selama Mei mencapaia 85 kg sehingga totalnya 123 kg. [LN-04]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...