Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Tutup Usaha Akibat Corona,...

Jakarta, Limbahnews.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri,...

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...

Setelah Covid-19, Ekonomi Indonesia...

Limbahnews.com - Kita semua sedang dilanda kecemasan atas wabah Coronavirus of Disease 2019...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...
BerandaTeknologiDampak Covid-19, Kontainer...

Dampak Covid-19, Kontainer Plastik Geser Penggunaan “Stirofoam”

Ilustrasi kotak plastik (Mountrash.com).

Jakarta, Limbahnews.com – Pemanfaatan plastik diprediksi melonjak sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pandemi Covid-19. Salah satunya digunakan pada pemesanan makanan secara online agar terjamin kebersihan dan kesehatannya.

Sejumlah pedagang plastik di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, mengaku penjualan kontainer plastik tersebut meroket tajam selama 1,5 bulan terakhir. “Kontainer plastik lagi booming sekarang,” kata Turino (38) pemilik toko plastik Mastur.
Menurut Turino, penjualan kontainer plastik tersebut melonjak tajam sejak pertama diberlakukan PSBB 10 April 2020.

Sejak saat itu, dalam sehari pedagang mampu menjual satu hingga dua dus kontainer plastik untuk ukuran 1.500 mili liter (ml) dan 1.000 ml. Satu dus berisi 1.000 kontainer plastik, pembeli paling sedikit membeli 25 buah atau bahkan 100 buah kontainer plastik.
“Kalau hari biasa, sebelum pandemi sehari satu dus aja susah lakunya. Biasanya lima dus itu untuk stok satu bulan,” kata Turino.

Tapi sejak pandemi dan PSBB, lanjut Turino, dalam sebulan mampu menjual 15 dus kontainer plastik atau sekitar 15 ribu biji, angka tersebut melebihi target penjualan pedagang.
Selain ukuran 1.000 -1.500 ml, kontainer plastik ukuran 2.000 ml, 3.000 ml juga paling banyak dicari pembeli. Adapun harga jualnya, kontainer ukuran 1.000 ml Rp 2.000, ukuran 1.500 ml dijual Rp 3000, ukuran 2.000 ml Rp 5.000 dan ukuran 3.000 ml Rp 6.000 per satuan.

Meski ramai pembeli, pedagang tidak menaikkan harga jual karena dari penjualan yang ada saat ini pedagang dapat mengambil keuntungan Rp 1000 untuk satu kontainer atau Rp 10 ribu untuk 10 kontainer.
“Harga normal, kita tidak ambil untung banyak walau pembelinya melonjak,” kata Haji Salim, pedagang plastik lainnya, seperti ditulis Antara.

Menurut para pedagang, penjualan kontainer plastik meningkat karena kondisi pandemi saat ini banyak usaha kuliner menggunakan sistem pengiriman makanan secara daring sehingga membutuhkan kemasan yang tertutup rapat serta kokoh.Meningkatnya pembelian makanan secara daring, sejak saat itu pula pembelian kontainer plastik ikut melambung.

“Sekarang stirofoam enggak laku lagi enggak ada yang jualan, banyaknya sistem online jadi kebanyakan yang dipakai kontainer plastik ini,” kata Salim.

Kebanyakan pembeli kontainer berasal dari kalangan masyarakat, ada juga yang punya usaha katering atau restoran dan rumah makan.

Selain kontainer plastik, jenis kotak makanan yang laku dijual adalah aluminium foil berbagai ukuran, dari kecil, sedang hingga besar. Penjualannya bisa mencapai 1.000 aluminium foil sehari.
Sofia (23) salah satu pembeli mengaku punya banyak kontainer plastik di rumahnya tersimpan di rumahnya sejak pandemi COVID-19.

“Awal Ramadhan saja saya dapat kirim makanan empat kontainer. Setelah makanannya habis, kotaknya saya simpan bisa digunakan kembali untuk berbagi makanan ke tetangga,” kata Sofia. [LN-05]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com


Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...