Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...
BerandaKomunitasSampah DKI Jakarta...

Sampah DKI Jakarta Turun Drastis karena Pandemi Covid-19

Jakarta, Limbahnews.com – Jika kita sulit menemukan sampah yang semakin berkurang, maka sekarang merupakan momentum yang tepat. Bayangkan saja, persoalan yang pelik ini ternyata bisa diatasi dengan pandemi Covid-19. Tapi ini hanyalah situasi sesaat dan bukan merupakan solusi jangka panjang.


Di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB), makin sedikit aktivitas yang bisa dilakukan warga di DKI Jakarta sehingga volume sampah pun turun drastis. Dalam situasi normal, sungguh tidak mudah menekan produksi sampah. Semakin sedikit aktivitas, semakin sedikit pula sampah dihasilkan. Di semua kota administrasi dan kabupaten di Provinsi DKI Jakarta berkurangnya timbunan sampah sejak 14 Maret 2020.

Saat itu mulai dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat untuk menekan virus corona (Covid-19). Pembatasan tempat-tempat wisata, pengurangan frekuensi kendaraan umum dan bekerja dari rumah. Selain itu keharusan warga menjaga jarak sosial, penutupan tempat-tempat ibadah dan melarang kerumunan. Aturan itu berlanjut ke penerapan PSBB di DKI Jakarta sesuai UU Kekarantinaan pada 10-23 April. Penerapan PSBB tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB yang diterbitkan Gubernur Anies Baswedan sebagai upaya penanggulangan penyebaran wabah virus corona.

Berhubung target kurang tercapai pada tahap pertama, PSBB diperpanjang 28 hari dari 24 April hingga 22 Mei 2020. Salah satu tolok ukur keberhasilan PSBB adalah pengendalian penyebaran virus itu.
Pengurangan aktivitas warga dan pemberlakuan pembatasan itu secara langsung berpengaruh terhadap berkurangnya sampah dalam jumlah sangat signifikan. Jelas sekali berkurangnya, paling tidak sampah dari perkantoran, fasilitas umum dan tempat wisata.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Achmad Hariadi menyatakan, penurunan volume itu tampak dari tidak adanya penumpukan di setiap depo sampah, baik sampah reguler maupun pasar.
Tercatat rata-rata volume sampah di Jakarta Utara sejak diberlakukan PSBB, Jumat (10/4) hingga Senin (13/4) sebanyak 1.064 ton per hari. Sementara data pada Februari 2020, rata-rata volume sampah di Jakarta Utara mencapai 1.467 ton per hari.

Dengan berkurang sampah selama penerapan PSBB, maka depo sampah lebih terkendali karena pasokan sampah dari masyarakat berkurang. Pola pengangkutan sampah dari depo ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat pun diubah.
Jika sebelumnya menerapkan pola pengangkutan sampah di depo menggunakan alat berat ke truk, kini sampah langsung diangkut ke truk dari gerobak sampah yang berasal dari lingkungan masyarakat.

Karena itu, setiap Kasatpel (Kepala Satuan Pelaksana) Kecamatan untuk mengatur operasional petugas gerobak sampah yang masuk ke depo. Disesuaikan dengan jadwal datangnya truk sampah yang akan mengangkut ke TPST Bantar Gebang.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, seperti dilaporkan Antara, juga mencatat penurunan volume sampah selama pemberlakuan PSBB. Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu Djoko Rianto Budi Hartono membenarkan hal itu. Timbunan sampah sebelum pandemi Covid-19 sebanyak 777,82 ton dan setelah pandemi menurun menjadi 359,85 ton. Artinya terjadi penurunan hingga 46,26 persen.

Sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga. Sebagai wilayah kepulauan, sampah-sampah itu juga kiriman melalui arus laut saat musim tertentu selama Maret hingga April 2020.
Meski ada penurunan timbunan sampah hingga rata-rata hampir 50 persen, saat ini tetap dioperasikan kapal pengangkut sampah seperti biasa. Namun, dari 24 kapal, hanya 18 yang melayani pengangkutan sampah di pulau-pulau permukiman dan penanganan sampah di Teluk Jakarta.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta juga mencatat terjadinya penurunan tonase sampah dari Jakarta menuju TPS Bantar Gebang.
Kepala DLH DKI Jakarta Andono Warih menyatakan penurunan itu disebabkan penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah atas kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dimulai 16 Maret 2020.

Jika dibandingkan dengan data rata-rata harian periode 1-15 Maret 2020 sebelum penerapan WFH dengan rata-rata tonase sampah 16-31 Maret 2020 setelah penerapan WFH.
Fakta itu menunjukkan bahwa penurunan aktivitas masyarakat berdampak juga terhadap berkurangnya timbunan sampah. Bila situasi sudah normal kembali, harapannya produksi sampah mampu ditekan di saat beragam aktivitas bisa dilakukan. [Ant/LN]

limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...