Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...
BerandaBisnisTutup Usaha Akibat...

Tutup Usaha Akibat Corona, UMKM Sampah Butuh Bantuan dan Insentif

Jakarta, Limbahnews.com – Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang sampah. Data Asosiasi Pengusaha Sampag Indonesia (APSI) menunjukkan lebih dari 50% lebih UMKM menutup kegiatan usahanya. Untuk itu, berbagai upaya, bantuan sosial, dan insentif dari pemerintah hendaknya memprioritaskan UMKM terkait sampah tersebut.

Ketua Umum APSI Saut Marpaung mengatakan dampak wabah corona (Covid-`19) menyebabkan pabrik daur ulang sampah khususnya material plastik banyak yang berhenti beroperasi. Hal ini mengakibatkan berhentinya rantai suplai bahan baku plastik di hulu pada level pengumpulan.

“Di lapak-lapak daur ulang bahan baku plastik banyak menumpuk tidak bisa dijual, tidak ada perputaran uang untuk membeli sampah plastik terpilah ke pemulung dan bank sampah,” tegasnya, Minggu (5/4).

Baca : Mountrash Siapkan IoT Pengelolaan Sampah di SMAN 44

Data DPP APSI menyebutkan hingga akhir Maret 2020 sekitar 90% UMKM sampah di seluruh Indonesia mengalami tekanan usaha dan 50% lebih memilih menutup kegiatan usahanya.

Dikatakan, dampak rendahnya serapan sampah terpilah menambah jumlah sampah plastik terbuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan ke lingkungan. Hal ini justru memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Jadi secara bersamaan, tidak ada perputaran bisnis dan tumpukan sampah yang tidak diolah atau dipilah pun semakin banyak. Pelaku UMKM kehilangan pekerjaan dan pendapatan, demikian juga kondisi lingkungan dan ancaman kesehatan masyarakat pun semakin besar,” jelasnya.

Baca : Olah Limbah Tekstil, Andien Aisyah Ingin Beli Mesin Daur Ulang

Untuk itu, APSI juga sudah menyurati pemerintah terkait dengan sejumlah kebijakan Presiden Joko Widodo, seperti penundaan cicilan dan pengurangan bunga pinjaman perbankan untuk UMKM termasuk kredit kendaraan produktif (di bawah 10 miliar). Fasilitas dan insentif tersebut diharapkan bisa dirasakan oleh para pelaku UMKM sampah tersebut.

“Kami sangat memberikan apresiasi tinggi. APSI telah menuli surat resmi ke Presiden RI No. 011/DK.PP/DPP/III/2020 meminta agar fasilitas keringanan juga diberikan kepada teman-teman UMKM wirausaha sampah,” jelasnya.

Secara terpisah, pendiri aplikasi Mountrash, Gideon W Ketaren, mendukung upaya APSI yang memperjuangkan insentif dan keringanan kepada pelaku UMKM sampah tersebut. Jika kegiatan UMKM berjalan maka dampaknya pun sangat besar dan dirasakan hingga ke tingkat hulu, seperti pemulung dan pengumpul.

“Rantai usaha sampah ini melibatkan sangat banyak pihak yang menggantungkan hidupnya bersifat harian. Untuk itu kami sangat mendukung agar pemerintah secepatnya memberi prioritas kepada pelaku UMKM sampah tersebut,” ujar Chief Executive Officer PT Mountrash Avatar Indonesia ini.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyiapkan setidaknya enam program (bantuan sosial dan insentif) untuk masyarakat lapisan bawah agar dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari yang mulai berlaku 1 April 2020.

Paket bantuan sosial itu, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, dan bantuan keringanan pembayaran kredit. Bagi para pekerja informal, baik itu ojek online, sopir taksi, pelaku UMKM, dan nelayan dengan penghasilan harian dan kredit di bawah Rp 10 miliar, OJK telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut. [LN-03]

Limbahnews.com || redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...