Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

Vietnam Mulai Lirik Kredit...

Jakarta, Limbahnews.com - Konsep kredit plastik dalam mengurangi limbah dari plastik terus digulirkan...

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...
BerandaTeknologiMenteri LHK Minta...

Menteri LHK Minta Karbon Kredit TPA Kebon Bongkok Teregistri Nasional

  • Ilustrasi sampah yang siap dibuang ke TPA

Mataram, Limbahnews.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya meminta karbon kredit pembakaran gas metana sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), terhintung dan masuk Sistem Registri Nasional.

“Saya mau pesan kalau sudah berjalan, saya kira harus dilakukan pendaftaran pada Sistem Registri Nasional untuk emisi karbonnya, supaya ada prestasinya. Karbon dari sampah pertama nanti mulainya berarti dari Mataram, dari NTB,” jelas Siti saat meninjau program Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS) di TPA Kebon Kongok, Lombok Barat, NTB, Minggu (8/3).

TPA Kebon Kongok menjalankan program JOSS yang memanfaatkan teknologi Refused Derived Fuel (RDF) untuk mengubah sampah menjadi pelet atau briket layaknya batu bara. Pembuatan pelet tersebut dikelola oleh masyarakat sekitar, dan menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang milik PT Indonesia Power yang berlokasi di Taman Ayu, Lombok Barat.

Menurut Siti, pengolahan sampah menjadi bahan bakar dengan teknik RDF bagus sekali mengingat mesinnya sederhana, dan hasilnya bisa menjadi substitusi batubara untuk PLTU.

Secara nasional penanganan atau pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sedang diintensifkan oleh Presiden Joko Widodo bersama menteri-menteri terkait. “Dan kita memang sudah harus mengawali itu karena emisi gas rumah kaca dari batubara dinilai seharusnya dikendalikan,” sebut dia.

Program JOSS, seperti dilaporkan Antara, cukup konkret mengingat hasil di lapangan terlihat masyarakat akan mendapat manfaatnya, selain masalah sampah juga terselesaikan.

Produksi sampah di Mataram mencapai 300 ton per hari, dan 30 ton diantaranya diproses menjadi pelet untuk bahan bakar PLTU. Targetnya produksi pelet dapat ditingkatkan menjadi 100 ton, bahkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah malah meminta 200 ton sampah dapat dioleh menjadi pelet.

“Saya kira ini contoh yang baik kami akan dorong terus dan kita akan mendukung. Nanti saya cari caranya bagaimana. Kalau perlu memang dibuatkan semacam kawasannya atau apalah,” ujar Siti.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan kehadiran Menteri LHK menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat dan PT PLN juga menunjukkan keseriusannya.

“Kita berusaha sedemikian rupa agar masalah sampah ini diselesaikan untuk energi. Semoga semua berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.

Adapun komposisi pemanfaatan pelet sampah untuk bahan bakar PLTU adalah sebesar tiga persen, dan sisanya 97 persen adalah batubara.

PLTU Jeranjang merupakan pembangkit listrik milik PT Indonesia Power yang merupakan anak usaha PT PLN (Persero). Pembangkit listrik ini menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan di wilayah NTB, dengan kapasitas 2×25 Mega Watt (MW) dan berkontribusi hingga 62 persen terhadap sistem kelistrikan di Lombok. [LN-05]

redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...