Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...
BerandaKomunitasMakin Tercemar, Kali...

Makin Tercemar, Kali Loji Butuh Solusi yang Mendesak

  • Salah satu saluran yang mencemari Kali Loji (artalab.id).

Bogor, Limbahnews.com – Kondisi Kali (Sungai) Loji di Pekalongan, Jawa Tengah, semakin memprihatinkan akibat tercemar limbah cair dalam satu dekade terakhir. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya yang komprehensif untuk menyelamatkan dan menjaga kelestarian alirang sungai tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) Titik Nuraini dalam perbincangan dengan Limbahnews.com belum lama ini di Jakarta. KPKL merupakan salah satu komunitas yang sangat intens melakukan kampanye penyelamatan Kali Loji yang tercemar dari limbah industri batik di Pekalongan. Berbagai kegiatan sudah digelar KPKL dan membutuhkan dukungan lebih besar untuk menuntaskan persoalan yang kompleks tersebut.

Baca : KLHK Diminta Tindak Tegas Importir Sampah

Titik menjelaskan bahwa berbagai upaya yang sudah digelar KPKL masih perlu diintensifkan lagi dan memerlukan dukungan dari banyak pihak. Hal itu karena tingkat pencemaran Kali Loji sudah sangat parah. “Kami sudah menggelar beberapa kegiatan dan aksi terjun langsung untuk mengajak partisipasi masyarakat dan pihak-pihak terkait. Namun, masih perlu lebih giat dan intens sehingga kesadaran untuk menghentikan pencemaran Kali Loji bisa terwujud,” tegasnya.

Baca : Jokowi Kirim Kapal Bersihkan Sampah, Labuan Bajo Butuh Aplikasi Mountrash

Sebagai informasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan pernah melakukan survei terkait industri penghasil limbah cair di Pekalongan. Hasilnya, terdapat ribuan industri kecil di Kota Batik yang menghasilkan limbah cair berupa sisa proses pewarnaan tekstil. Dari ribuan industri tersebut menghasilkan 5.190 meter kubik atau 5 juta liter lebih limbah setiap harinya.

“Dari 5.190 meter kubik limbah cair yang sudah diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), baru 2.601 meter kubik, atau 2,6 juta liter setiap harinya,” jelas Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti pada Agustus 2019 lalu.

Sebelumnya, KPKL sudah melakukan banyak aksi yang bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Kota Pekalongan, serta berbagai pihak lainnya. Salah satu agenda tersebut adalah Festival Kali Loji untuk mengembalikan Loji yang bersih. Pada festival yang digelar tahun 2016 lalu, Menteri KLHK hadir dan mendukung agenda KPKL untuk menyelamatkan Kali Loji. Dalam sambutannya saat menghadiri Festival Kali Loji, Siti Nurbaya menekankan bahwa kondisi sungai secara umum kurang baik dan salah satunya adalah Kali Loji.

Dia berkomitmen untuk mengajak berbagai pihak terkait guna membantu pemulihan kembali Kali Loji.

Salah satu aksi KPKL

”Saya memberikan apresiasi pada para relawan penggiat sungai Loji. Sebuah contoh yang baik kepedulian bersama mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. ‘Bila dijaga dengan baik, sungai bisa menjadi sumber penghasilan dan penghidupan,” kata Menteri Siti, Jumat (9/12/2016).

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penanaman 3.000 pohon mangrove, 30 flamboyam, dan 120 glodogan. Menteri Siti dan rombongan juga menyusuri Kali Loji, untuk melihat rangkaian aksi peduli lingkungan.

Sementara itu, upaya menghentikan pencemaran limbah Kali Loji juga segera dilakukan dengan melibatkan para pihak yang ahli dalam bidang tersebut. Adapun kemitraan itu akan memanfaatkan produk Mikrobios sebagai solusi pengolahan limbah. Produk ini merupakan formula mikrobioteknologi untuk menetralisir limbah organik. Selain itu, sebagai upaya memulihkan kembali ekosistem perairan dari dampak pencemaran limbah agar kembali tidak berbau dan normal sesuai kondisi alamiah. [LN-02]

limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...