Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...
BerandaBisnisLimbah Sawit PTPN...

Limbah Sawit PTPN II Jadi Listrik, Rea Kaltim Pasok PLN Sejak 2017

Jakarta, Limbahnews.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara Holding PTPN III (Persero) mensuplai energi listrik ke sistem jaringan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara mulai awal Januari lalu. Pasokan listrik tersebut, berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Kwala Sawit dan PLTBg Pagar Merbau milik PTPN II.

Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara Holding PTPN III, Irwan Perangin-angin menjelaskan, penjualan listrik ke PLN melalui skema Independent Power Produce (IPP) yang bersumber dari energi baru terbarukan (renewable energy) berupa pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) yang bersumber dari limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menjadi energi listrik.

Sedangkan dalam mengoperasikan kedua pembangkit PLTBg tersebut telah dilakukan kerja sama operasional dan maintenance (O&M) dengan anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Power Indonesia (PPI).

“Hal ini merupakan sebagai bentuk sinergitas antara BUMN dan kerja sama ini bisa menguntungkan dan bermanfaat kedua belah pihak,” kata Irwan dalam siaran pers belum lama ini.

Manager PLT Bio Gas PTPN II, Dedy Gurning mengungkapkan, pengembangan energy alternatif Bio Gas yang dilakukan PTPN II merupakan salah satu program mendorong ketahanan energi dalam peningkatan pasokan listrik. “Potensi energi listrik yang dihasilkan dari POME untuk pabrik dengan kapasitas olah tiga puluh ton TBS/Jam setara dengan satu Mega Watt listrik yang dapat dibangkitkan per jam,” jelasnya.

Pengolahan limbah sawit merupakan salah satu upaya yang perlu dikembangkan. Sebelumnya, beberapa perusahaan swasta sudah mulai merintisnya sejak beberapa tahun lalu. Apalagi, perkebunan kelapa sawit dituding sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan. Limbah cair dan gas buang crude palm oil (CPO) turut dikaitkan dengan pemanasan global. Salah satu perusahaan tersebut adalah PT Rea Kaltim Plantations yang berbasis di Kalimantan Timur.

Baca : Optimalisasi Sampah Domestik, Mountrash Dukung Peningkatkan Kesejahteraan

Maraknya tekanan dalam dan luar negeri mendorong Rea Kaltim berupaya keras dalam pengelolaan limbah. Informasi yang pernah ditulis sebuah media menyebutkan perusahaan kelapa sawit di Kutai Kartanegara (Kukar) ini membangun dua unit instalasi bio gas plant senilai Rp 100 miliar.

“Kami bertahap membangun dua instalasi dinamakan Cakra Bio gas Plant dan Perdana Bio gas Plant mulai 2012,” ujar Manager Bio Gas PT Rea Kaltim Plantations, Takbir, beberapa waktu lalu.

Hasilnya kini sudah bisa dinikmati. Dengan mengolah 2.800 ton limbah POME per bulan, instalasi bio gas Rea Kaltim memisahkan gas metana dari ampas POME menjadi kompos.

Limbah sawit siap diolah di PT Rea Kaltim Plantations

“Instalasi ini merupakan proses fermentasi POME menghasilkan gas metana dan ampas POME. Gas ini yang menjadi bahan bakar penggerak turbin pembangkit listrik dengan daya 7 MW listrik,” ungkapnya.

Daya listrik ini menjadi energi mandiri area perkebunan seluas 32 ribu hektare. Secara otomatis perusahaan berhemat secara maksimal hingga mendongkrak pendapatan Rp 25 miliar per tahun.

Bukan hanya itu, warga di sekitar perkebunan pun bisa menikmati aliran listrik secara tidak langsung. Rea Kaltim pun menjual pasokan listrik ke PLN untuk kawasan di Desa Tebagan, Kembang Janggut, dan Kenongan di Kukar. Adapun daya listrik ini sebagian dijual ke PLN 900 kwh dengan harga Rp1.050 per kwh.

Pemanfaatan limbah POME sedang menjadi tren di industri perkebunan kelapa sawit Kaltim. Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Kaltim, Henny Herdiyanto, mencatat ada lima perusahaan yang sudah serius dalam pengolahan limbah kelapa sawit menjadi energi listrik.

Perusahaan perkebunan tersebut adalah; PT Multi Makmur Mitra Alam (Paser), PT Indonesia Plantation Synergi (Kutai Timur), PT Hutan Hijau Mas Group (Berau), PT Prima Mitrajaya Mandiri (Kukar) dan terakhir PT Rea Kaltim Plantations. [LN-04]

limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...