Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...
BerandaKasus1.015 Kontainer Sampah...

1.015 Kontainer Sampah Impor Ilegal Milik PT New Harvestindo International?

  • Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)

Jakarta, Limbahnews.com – Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Perdagangan dan Sucofindo selaku BUMN yang berfokus pada layanan jasa pemeriksaan dan pengawasan perdagangan ekspor impor, melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (23/1/2020). Dalam sidak di Pelabuhan Tanjung Priok ditemukan 70 kontainer.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, setelah dimintai keterangan dari Sucofindo, sampah-sampah dari luar negeri tersebut diimpor untuk dijadikan bahan baku daur ulang. “Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata isinya sampah, importir berargumentasi itu bahan baku untuk recycle. Tetapi kalau menurut peraturan Menteri Perdagangan, bahan baku untuk recycle itu bahan baku bersih,” kata Dedi.

Dikatakan, sesuai peraturan, bahan baku daur ulang yang masuk ke Indonesia harus sudah bersih. “Ternyata itu sampah dari TPA (tempat pembuangan akhir) yang dipress kemudian dimasukkan kontainer. Bukan dari TPA kita, tapi TPA di Amerika. Jadi kita ini impor sampah,” tuturnya.

Baca : Kadin Usul Dilepas, KPK Ditantang Usut Suap Limbah B3

Dedi menjelaskan, jumlah kontainer yang berisi sampah impor yang sudah masuk ke Pelabuhan Tanjungpriok mencapai sekitar 70 kontainer. Adapun total keseluruhan sampah impor yang akan masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok mencapai 1.015 kontainer. “1015 itu tersebar di 15 titik di Indonesia. Tapi semuanya nantinya akan menuju Tanjung priok,” jelasnya.

Informasi yang diperoleh juga menyebutkan semua kontainer sampah itu milik PT New Harvestindo International. Rupanya, perusahaan ini sudah sering melakukan impor sampah tersebut.

Pada 19 September 2019 lalu, pemerintah Indonesia mengembalikan (reekspor) sejumlah kontainer sampah plastik di Terminal Peti Kemas Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke negara asal, Australia. Sampah-sampah dalam kontainer ini terbukti melanggar karena mengandung campuran limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dan sampah jenis lain.

Sampah-sampah itu berasal dari tiga perusahaan, salah satunya adalah PT New Harvestindo International yang dikabarkan berlokasi di Kawasan Berikat Tangerang, Banten. Pihak Kedua, PT New Harvestindo International belum berhasil dikonfirmasi melalui telepon kantornya.

Baca : Jokowi Kirim Kapal Bersihkan Sampah, Labuan Bajo Butuh Aplikasi Mountrash

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/2016, bahan baku plastik boleh impor adalah berjenis homogen dan bersih dari kontaminasi unsur-unsur lain. Kalau terbukti melanggar, importir wajib memulangkan kontainer ke negara asal paling lambat 90 hari sejak kedatangan. Kalau melebihi waktu, izin persetujuan impor otomatis dicabut.

Saat itu diberitakan, PT New Harvestindo International mengimpor 138 kontainer berisi chips, biji plastik PET dan staple fibre. Setelah pemeriksaan pada 9, 29 Juli dan 2 Agustus 2019, 109 kontainer dinyatakan terkontaminasi sampah limbah B3 dan akan reekspor ke negara asal yakni, Australia (80 kontainer), Amerika Serikat (4), Selandia Baru (3) dan Great Britain (22). Sebanyak 29 kontainer lain bersih dan dapat izin. Sebelumnya, pada 1 September 2019, PT NHI reekspor dua kontainer ke Selandia Baru.

Sampai 17 September 2019, Bea Cukai menangani impor sampah plastik sekitar 2.041 kontainer, tersebar di Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Batu Ampar Batam, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, dan Tangerang Banten. Yang memenuhi syarat dari surat izin dan hasil uji hanya 455 kontainer. [LN-04]

Limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...