Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...
BerandaKomunitasLimbah Tempe dan...

Limbah Tempe dan Katering Resahkan Warga di Jakarta Selatan

Jakarta, Limbahnews.com – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menerima dan menindaklanjuti dua laporan warga terkait pencemaran lingkungan di wilayah Pasar Minggu dan Pasar Manggis.
“Ada dua laporan yang kami terima dari warga melalui surat langsung dan CRM (customer relationship management), keduanya melaporkan adanya pencemaran lingkungan dari aktivitas usaha,” kata Enrile Indro Prasetyo, Staf Peran Serta Masyarakat dan Penaatan Hukum Sudin LH Jakarta Selatan di Jakarta, Jumat.

Enrile mengatakan kedua laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh petugas Sudin LH dengan mendatangi langsung tempat usaha yang diduga mencemari lingkungan. Lokasi pencemaran lingkungan pertama ada di RW 02, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu. Pencemaran tersebut berasal dari industri tahu tempe ilegal.
“Kami sudah mendatangi lokasi dan mengambil sampel air di lokasi tersebut dan dikirim ke laboratorium untuk mengecek baku mutu airnya apakah melampaui ambang batas atau tidak,” kata Enrile.

Ia menyebutkan, warga setempat melaporkan melalui aplikasi CRM milik Pemkot Jakarta Selatan bahwa ada pencemaran lingkungan dari aktivitas usaha pembuatan tahu dan tempe di Pasar Minggu.
Menurut dia, sejumlah warga mendirikan usaha tahu tempe di tengah pemukiman warga yang menyalahi izin peruntukkan bangunan.
Laporan kedua dilayangkan langsung oleh warga terkait saluran air yang tercemar limbah katering di RT 009/RW 12, Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi.

Dari hasil pengecekan di lapangan, lanjut Enrile, ditemukan pemilik usaha tidak memiliki bak tangkapan minyak atau lemak (grease trap) sehingga limbah cucian alat masak yang dihasilkan dibuang ke saluran pembuangan warga.
Enrile menjelaskan, grease trap adalah sebuah wadah penangkap lemak dan minyak yang terletak di tempat pembuangan air. Apabila limbah yang dihasilkan tidak disaring, maka akan berbahaya dalam waktu yang cukup lama.

Dikatakan, endapan lemak bisa mengendap dan menghasilkan gumpalan sehingga menghambat jalur pembuangan di pipa.
Dan jika dibiarkan bisa terjadi sedimentasi atau pendangkalan yang bisa berdampak pada banjir.

“Kami sudah bikin berita acara dan memberikan waktu sebulan kepada pemilik usaha untuk membuat grease trap,” kata Enrile kepada Antara.
Menurut dia, jika sampai batas waktu ditentukan pemilik usaha tidak mengindahkan instruksi petugas. Maka Sudin LH Jakarta Selatan akan berkirim surat kepada Dinas LH DKI Jakarta untuk memberikan sanksi kepada pemilik usaha.

“Sanksi pasti ada, karena sesuai aturan pemilik usaha harus melengkapi diri dengan grease trap, sanksi bisa diberikan oleh Dinas LH DKI Jakarta,” kata Enrile. [LN-04]

limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...